Momen Rapotan, Sekolah Sosialisasikan Kebijakan Baru UN 2018

 
MALANG - Sekolah siap menyosialisasikan kebijakan baru terkait pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2018 kepada orang tua. Rencananya, pada agenda penerimaan rapor akhir semester ini, kebijakan tersebut akan disampaikan kepada para orang tua. 
Kepala SMAN 5 Malang Anis Isrofin, S.Pd., M.Pd menganggap ujian nasional berbasis komputer (UNBK) mata pelajaran matematika yang disertai uraian memudahkan siswa. Sebab, yang akan dijawab oleh siswa, bukan soal dengan jawaban uraian panjang, namun hanya rumusan-rumusan saja. Untuk menghadapi itu, ia pun akan menyosialisasikannya kepada orang tua pada saat penerimaan rapor, Jumat (15/12).
Anies memersiapkan mental siswanya untuk siap menghadapi perubahan regulasi ini. Menurutnya, walaupun siswa kelas XII belum pernah mengikuti UNBK, namun simulasi sudah dilakukan. Jadi bagi dia, persiapan mental sangat diperlukan.
“Simulasi sudah kami lakukan, dan semuanya masih dengan metode pilihan ganda. Untuk mempersiapkan mental siswa, kami akan menyosialisasikan dan mengadakan latihan-latihan kisi-kisi soal rumus-rumus yang kami serahkan kepada guru mata pelajaran matematika,” terang dia.
“Upaya kami memang berfokus pada mempersiapkan mental anak-anak. Sebab, selain sudah ada simulasi, mungkin kesiapan mereka menghadapi soal uraian masih kurang. Jadi kami membiasakan mereka untuk menjawab soal uraian dengan rumus,” kata perempuan asal Kota Kediri itu.
Anies berpendapat, ketika siswa menghadapi soal semacam itu, akan menambah nilai kejujuran mereka. Ketelitian mereka pun juga bisa terlihat. 
“Guru masih perlu tahu kemampuan mereka secara uraian. Walaupun UNBK pada dasarnya juga sudah melatih integritas mereka, namun tidak menutup kemungkinan jawaban yang mereka isi ketika soal pilihan ganda, adalah ngawur,” terang Anies.
Ia secara pribadi pun masih ingin mengetahui kemampuan siswa. Sebab, menurutnya, pelajaran matematika adalah pelajaran ilmu pasti, yang kadar kemampuannya bisa dilihat.
Melalui soal UN yang tidak hanya pilihan ganda, lanjut dia, juga dapat mengukur ketuntasan belajar siswa. Meskipun saat ini, baik guru maupun siswa belum sepenuhnya menyadari bahwa UN dapat mengukur ketuntasan belajar siswa, namun menurutnya hal itu bisa dijadikan bekal bagi mereka. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :