Kelas Animasi SMKN 4 Kejar Revitalisasi

 
MALANG – Jurusan Animasi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Malang (SMKn 4) sedang berlari kencang mengejar mutu pembelajaran yang lebih baik lagi. Kepala SMKN 4 Dr Wadib Su’udi, MM tengah melakukan revitalisasi yang ditargetkan akan rampung pada tahun 2019. Wadib mengatakan, dari beberapa jurusan yang ada di SMKN 4, untuk saat ini, jurusan animasi membutuhkan perhatian lebih. 
“Kelas animasi membutuhkan perhatian khusus, sebab dari hasil analisis minat pada saat penerimaan peserta didik baru (PPDB), masih kurang. Sedangkan untuk jurusan lainnya sudah tinggi. Padahal, jurusan ini merupakan jurusan yang potensial untuk lapangan pekerjaan,” terang Wadib.
Upaya revitalisasi yang dilakukan, salah satunya adalah dengan membuka satu kelas industri, yang bekerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI). Dalam hal ini, SMKN 4 menggandeng perusahaan animasi berskala nasional, Bali Animasi Solusi Ekakarsa (Bali Base). Bali Base, adalah perusahaan pertama untuk jurusan animasi SMKN 4 yang dipercaya untuk mencetak siswa menjadi tenaga ahli animasi.
“Tenaga ahli yang dimaksud bukan hanya sekadar menjadi pekerja saja, tapi juga saya harapkan siswa bisa membuat lapangan kerja sendiri dengan kreativitas mereka,” terang Wadib.
Kelas industri yang dibuka juga mendatangkan guru dari industri terkait. Diharapkan dengan adanya pengajar langsung dari yang bersangkutan, siswa bisa menyerap ilmu yang didapat. Tidak hanya menghadirkan guru dari industri terkait saja, namun SMKN 4 juga mengirimkan guru untuk menimba ilmu di Bali Base. 
“Saya juga mengirimkan satu guru untuk menimba ilmu ke sana, guru yang saya kirim, adalah Bu Novia S.Sn, saya mempercayakan kepada beliau untuk mentransfer ilmu kepada siswa, ketika beliau sudah kembali ke sekolah,” terangnya. 
Kelas industri akan dilakukan selama enam kali tatap muka dalam seminggu. Untuk bisa bergabung dengan kelas industry, siswa harus memenuhi kriteria. Tiga kriteria penting yang harus dimiliki siswa untuk kelas industri animasi adalah mempunyai wawasan, keterampilan yang lebi dari siswa lainnya, dan sikap. Wadib menegaskan, tiga kriteria utama itu harus terpenuhi. 
“Mereka sebelumnya diseleksi oleh psikolog juga. Psikolog akan mewawancarai calon siswa, kemudian juga membantu menganalisis apakah siswa tersebut layak atau tidak,” terang Wadib.
Menurut Wadib, selektif dalam menjaring siswa, adalah langkah tepat untuk berlari melakukan upaya revitalisasi yang ditargetkan memenuhi kualitas pada tahun 2019. Wadib mengungkapkan, indicator paling utama yang ingin ia capai di tahun 2019 adalah hasil lulusan yang berkualitas. 
“Begitu mereka lulus, angkatan pertama akan kami data. Berapa persen keberhasilam lulusan, dari keterserapan, wirausaha, hingga mereka yang ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi negeri ternama,” bebernya.
Tim revitalisasi SMKN 4 dibimbing oleh Dr. Sugandi dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM). Sebelumnya, tim revitalisasi sudah melakukan sinkronisasi dengan tiga perusahaan dari DU/DI, yakni PT Mocca dan PT Hompimpa. (sin/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...