Miliki Ekskul Robotik, Siapkan Santri Bersaing di Nasional dan Internasional


Malang Post, SANTRI masa kini tak hanya pandai dalam bidang agama saja, tapi juga dalam bidang yang lain. Seperti santri di SMP Internasional Islamic Boarding School (IIBS) Tazkia. Baru-baru ini, salah satu santri yakni Brilliant Muhammad berhasil menjuarai ajang lomba robotik nasional bertajuk Techno Wars V.
Santri SMP kelas VII Tazkia IIBS ini berhasil membawa pulang piala I lomba robotik nasional. Brilliant berhasil mencatat waktu tercepat di papan skor dengan waktu 30,05 detik untuk melintasi rintangan yang diberikan. Brilliant adalah salah satu anggota ekskul robotik SMP Tazkia. Ia yang  mengaku sangat mencintai dunia robotic ini senang bisa bergabung dengan ekskul ini.
Brilliant mengatakan, SMP IIBS Tazkia ini mempunyai visi yang sangat jelas di dunia robotic, yakni bisa berlaga di kancah internasional. Sejak awal bergabung, ia yang sudah mengetahui visi misi ekskul ini pun senang bisa bergabung.
Menurutnya, peralatan dan fasilitas yang dimiliki sekolah cukup lengkap. Ia pun senang bisa belajar robot di sini.
“Saya senang robot sejak, SD, saya sangat senang sekali bisa mendalami ilmunya, mulai belajar robot dari ilmu dasar, hingga robot yang cukup sulit,” terangnya.
Brilliant memang bekerja sendiri, tidak ada tim yang membantunya, ia hanya didampingi oleh guru. Namun, guru hanya mengarahkannya saja, tidak sampai turut campur tangan.
Menurut Brilliant, metode seperti itu dilakukan untuk melatih kemandirian siswa. Bukan campur tangan guru, yang dibutuhkan namun justru malah dilepas agar bisa mandiri.
“Awalnya memang saya takut ketika diberitahu harus dilepas sendiri, tanpa campur tangan guru. Tapi ketika saya bilang ke orang tua ternyata mereka mendukung metode sekolah. Menurut orang tua, hal inilah yang justru bisa melatih saya berkembang,” kata Brilliant.
Ia mengaku, setelah dibiarkan dan dipercaya melakukannya sendiri, di awal memang sedikit berat. Ia harus merencanakan konsep dan segalanya sendiri, namun guru tetap memantau. Membuat desain dan rancangan sendiri.
Tapi, setelah beberapa saat ia terlatih, perlahan, ia bisa melakukannya sendiri. Bukan hanya ketika persiapan aja, namun juga ketika berlaga.
“Ternyata, saya belajar banyak dari model yang diterapkan sekolah. Menjadikan saya jadi lebih mandiri,” paparnya.
Ekstrakulikuler Robotik menerapkan metode berpikir kritis dan mandiri untuk siswanya. Dalam setiap pertemuan, ia mengharuskan untuk membuat konsep hingga desain sendiri, guru hanya bertugas memantau dan mendampingi. Karena konsep yang diterapkan ini, ekstrakulikuler Robotik SMP IIBS Tazkia mampu menghantarkan siswanya berlaga hingga meraih juara nasional robotic.
“Karena kami memang ingin mendidik siswa untuk kreatif dalam segala bidang, jadi ekskul kami jadikan sebagai media untuk mendidik siswa,” ujar wakil kepala sekolah bidang kesiswaan Qoirul Mansur, M.Pd.
Siswa yang meraih prestasi nasional itu adalah Brilliant Muhammad. (sinta/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :