Lulusan STIKI Mandiri, Profesional, dan Berintegritas


MALANG – Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer (STIKI) Malang membekali calon wisudawan agar siap terjun ke masyarakat. Bekal yang diberikan adalah motivasi dan wawasan tentang kemandirian, profesional, dan integritas. STIKI mendatangkan 3 narasumber praktisi dunia usaha dan profesional. Yakni Fernandez owner software house, Joko Siswanto CEO dari perusahaan e-accounting, dan Miftah CEO salah satu perusahaan IT di Kota Malang.
Fernandes menyampaikan tentang kemandirian dalam berwirausaha/bekerja. Fernandez memaparkan tips menjadi seorang lulusan yang mandiri, adalah dengan memilih sebuah pekerjaan atau profesi yang sesuai dengan kemampuan serta pilihan hati.
“Mandiri dalam hal bekerja, ini berarti harus bisa mengatasi segala sesuatu sendiri tanpa harus bantuan orang lain. Dengan memilih profesi sesuai dengan hati, seseorang bisa menjadi problem solver,” ungkap Fernandez.
Ia memaparkan, baik akan bekerja atau berwirausaha ketika seseorang bisa mandiri, karakter yang dimiliki akan kuat tertancap kuat. Mereka akan mampu bertahan dengan profesinya. Menurutnya, generasi milenial saat ini, sulit bertahan di satu pekerjaan, disebabkan mereka belum bisa menemukan pekerjaan yang sesuai, sehingga mereka merasa kesulitan ketika menghadapi masalah. Hal ini dikarenakan penyesuaian dengan lingkungan pekerjaan masih kurang. Ia yang ahli dalam IT pun juga mandiri ketika harus mengelola bisnis IT yang ia miliki.
Miftah, pembicara yang lain mengungkapkan, untuk menjadi seorang pekerja atau wirausaha, juga dibutuhkan adanya sikap profesional. Miftah menyampaikannya dalam tema berkarya dalam profesional. Miftah mengatakan, untuk mempunyai sikap profesional, para lulusan baru harus menghindari sifat idealis. Menurutnya, sifat idealis akan mematikan sifat profesional.
“Profesional adalah bisa menyesuaikan profesi dengan sikap yang harus dimiliki. Ketika bekerja disebuah perusahaan, profesional ini bisa dilakukan dengan keluwesan, menyesuaikan dengan profesinya, jangan idealis dan merasa dirinya paling benar,” ujarnya.
Ia sebagai seorang CEO juga harus mengorbankan idealismenya untuk mempunyai sikap profesional.
Selain mandiri dan profesional, para calon wisudawan harus mempunyai integritas. Integritas mempunyai peran penting dalam penerapan sikap positif di dunia kerja. Diungkapkan Joko siswanto, integritas yang harus dilakukan dalam dunia IT.
“Mengingat kita sekarang sedang hidup di era digital, sudah diatur pula dalam undang-undang, mengharuskan kita untuk mempunyai integritas tinggi. Kita harus berhati-hati, menghindari provokasi dan ujaran kebencian lainnya,” kata Joko.
Ia sebagai pendiri perusahaan IT pun juga selalu berhati-hati saat memasukkan konten pada website yang ia miliki dan kelola. Dengan integritas tinggi, dimanapun bekerja, klien dan masyarakat akan mempercayakan.
Sementara itu, Ketua Stiki, Dr Eva Handriyantini, S.Kom M.MT memilih tiga tema itu untuk pembekalan calon wisudawan, sebab ia ingin lulusan Stiki mempunyai tiga attitude yang telah dipaparkan oleh narasumber. Yakni mandiri, profesional, dan integritas.  Menurutnya, tiga sifat itu mampu menghantarkan kesuksesan awal karir lulusannya. (sin/oci)

Berita Lainnya :