magista scarpe da calcio Memaknai dengan Kritik Sastra


Memaknai dengan Kritik Sastra


MALANG - Tidak banyak orang yang menghargai karya sastra. Karya sastra, selama ini hanya asal dibuat sebagai karya tanpa tahu maknanya. Hal inilah yang menarik Yusri Fajar M.A., dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB). Ia mengumpulkan berbagai jenis karya sastra yang kemudian dibukukan sebagai kumpulan artikel kajian sastra berjudul "Sastra Melintasi Batas dan Identitas".
Mengumpulkan karya sastra adalah salah satu cara bagi dia untuk tetap berkarya, dengan menghargai hasil karya orang lain. Tak sekadar mengumpulkan, ia juga menganalisis kritis karya tersebut.
Total sebanyak 13 kajian sastra ia tulis dalam buku ini. Dari banyak jenis karya sastra, ia sangat tertarik mengangkat isu identitas dan juga negosiasi antar budaya.
"Salah satunya saya kaji buku salah satu pengarang Indonesia yang tinggal di Jerman, berkisah kehidupan orang Indonesia di Eropa. Selalu menarik, karena mereka harus negosiasi identitas budaya mereka, karena hidup di luar negeri kan kadang merasa terasing dan ya macam-macam," ulasnya lagi.
Dosen yang mengaku sudah mencintai karya sastra sejak SMP ini memaparkan, buku ini Oktober lalu mendapat anugerah buku kritik sastra terbaik dari Balai Bahasa Jawa Timur.
Kecintaannya terhadap sastra sejak remaja ini ternyata membuatnya berkarya tidak karena passion saja. Namun juga karema misi untuk meningkatkan mutu dan kualitas karya sastra.
"Saya kuliah di sastra, saya lihat kajian sastra di Indonesia perlu dikembangkan. Karya banyak, tapi yang mau tekun membacanya perlu ditingkatkan. Saya rasa, karya sastra tanpa kritik atau kajian itu tidak akan berkembang dan tidak akan membuat sastra lebih maju juga,” ujarnya.
Ia pun selalu menerapkan konsep dalam dirinya, untuk selalu menulis dimanapun berada. Dengan begitu ia yakin akan lahir karya-karya baru.
Tak lupa prinsip yang ia terapkan adalah melahirkan karya yang orisinil. Sebab menurutnya, seorang sastrawan dikatakan seabagai sastrawan sejati ketika mampu melahirkan karya orisinil. Untuk tahun ini ia juga telah membuat karya lain yakni buku puisi Kamu yang Ditunggu Salju. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top