Asah Soft Skills, Tampilkan Ragam Bakat Siswa


MALANG - Menutup akhir semester kali ini, MTS Muhammadiyah 1 Malang (MATSAMUTU) memberikan rapor siswanya dengan cara yang berbeda. Jika biasanya penerimaan rapor hanya dilakukan di dalam tiap-tiap kelas saja, Matsamutu justru sekaligus menggelar pentas seni yang disuguhkan untuk para orang tua wali murid, Sabtu (16/12).
Panggung pentas seni akhir semester Matsamutu menjadi saksi bakat-bakat terbaik siswa di sana. Beragam kehebatan siswa dalam hal non-akademis ditampilkan, seperti tari tradisional dan modern, nasyid, pencak silat tapak suci, teater berbahasa arab, pidato dan paduan suara. Dengan diadakannya pentas seni tersebut tentu para orang tua wali murid dapat melihat secara langsung hasil dari pembelajaran ekstrakurikuler yang selama ini ditekuni disekolah.
“Saya minta kepada teman teman guru untuk penerimaan rapor kali ini disetting lebih meriah dan lebih menonjolkan bahwa ini gambaran hasil pembelajaran yang ada di MTS. Jadi orang tua bisa melihat bahwa anaknya bisa tampil dan luar biasa,” kata Abdul Wahid, Kepala MTS Muhammadiyah 1 Malang kepada Malang Post.
Wahid, sapaan akrabnya, memang berusaha menepis anggapan yang selama ini ada dibenak para orang tua wali murid bahwa prestasi hanya dilihat dari pelajaran atau akademis saja. Wahid mengatakan, dengan berbagai kemampuan non-akademis yang dimiliki oleh siswa, tentu akan menjadi prestasi tersendiri dan juga akan menunjang hasil akademis yang dimiliki oleh siswa.
“Orang tua selama ini mungkin melihat prestasi, pintar, cerdas hanya dilihat dari faktor akademis saja. Justru dengan kemasan acara seperti ini, kita coba untuk mem-breakdown lagi pola pikir orang tua, merubah mindset-nya. Jadi prestasi tidak hanya akademis saja, tapi dengan tampil menunjukkan bakat pun sudah termasuk sebuah prestasi,” jelasnya.
Matsamutu memang memiliki bermacam-macam program ekstrakurikuler yang dapat dijadikan wadah bagi siswa untuk menyalurkan minat dan bakatnya. Tak jarang, melalui ekstrakurikuler ini, Matsamutu kerap kali menorehkan prestasi baik dari lingkup regional hingga nasional. Pembelajaran akademis dan non-akademis tersebut tentu juga didukung dengan pembentukan karakter atau softskill yang selalu diterapkan di Matsamutu.
“Kita selalu perkuat lagi hal-hal yang sifatnya bisa mengembangkan softskill anak anak. Kita lebih membangun suatu proses, kesadaran, tanggung jawab, karakter, kepedulian. Saya yakin kalau yang dimunculkan seperti itu, akan muncul anak anak yang pintar,” ujar Wahid.
Pentas seni dan penerimaan rapor tahun depan pun akan diupayakan untuk dikemas seperti tahun ini. Hal tersebut bertujuan agar siswa benar-benar dapat menerapkan dan menyalurkan hasil belajarnya dan bagi para orang tua wali murid pun dapat merasakan hasil pembelajaran baik dari segi akademis, non akademis hingga soft skillnya.
“Pendidikan itu sebuah proses, proses Trial and Learn. Kita coba dan kita pelajari lagi. Tahun depan harus lebih ‘wah’ lagi, agar bakat anak anak tersalurkan. Sehingga tidak ada ruang sedikitpun bagi anak anak untuk cari kesibukan yang negatif, dan sebaliknya anak anak justru disibukkan dengan hal hal yang positif,” pungkas Wahid. (yan/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...