FIA UB Bina Karakter Religi Mahasiswa


MALANG - Belajar ilmu agama di kelas saja tidak cukup. Karena itulah Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) menggelar Pembinaan Karakter Berbasis Religi (PKBR) untuk mahasiswa baru. Kegiatan ini dilaksanakan agar mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tapi juga spiritual.
“PKBR ini dilaksanakan sebagai implementasi dari misi UB untuk mencapai kehidupan mulia di masa depan. Untuk mencapai itu tidak bisa dengan IQ saja, tapi juga perlu pembekalan spiritual,” ungkap Ketua Umum Pelaksana PKBR Dr Mohammad Rozikin M.Si.
PKBR dilakukan sejak tanggal 30 September dan berakhir hingga 9 Desember, yang ditutup dengan Tabligh akbar. Kegiatan yang dilakukan di musala Baitul Alim FIA UB ini diikuti oleh 700 mahasiswa dari angkatan 2017.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut diharapkan bisa menguatkan bekal agama mahasiswa. Terutama dalam urusan ibadah, salat dan juga ahlak.
“Kegiatan ini juga diharapkan jadi benteng bagi mahasiswa agar terhindar dari kenakalan remaja. Karena itu, kehidupan spiritual dan religi mereka dikuatkan,” tegasnya.
Musala Baitul Alim FIA UB menjadi pusat kegiatan ini. Selama agenda pertemuan, dijadwalkan hadir para ustadz baik dari FIA, kampus UB maupun dari luar. Selanjutnya dilakukan diskusi kelompok dengan bimbingan mentor dari senior angkatan mereka. Setiap hari Sabtu, mahasiswa wajib datang ke musala bagi yang muslim dan bagi agama lain kegiatan ini dilakukan di aula. Mereka mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing untuk mengikuti kegiatan religi ini.
“Sesuai arahan Dekan Prof Bambang, bahwa musala ini akan menjadi pusat peradaban. Karena itulah kegiatan dipusatkan di sana,” bebernya.
Rozikin juga mengharapkan, karena tujuan utama kegiatan ini untuk membentuk karakter mahasiswa, ia berharap, selama 7 kali pertemuan ini, mahasiswa juga bisa membiasakan melakukan hal-hal positif yang berhubungan dengan keagamaan dan religi. Sebab, ditiap kegiatan, mahasiswa juga dituntut untuk disiplin salat, dan juga membaca Alquran.
“Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk membentuk karakter religious mahasiswa. Pembiasaan kehidupan religious di kampus berbeda ketika di sekolah. Mereka juga diajarkan untuk mengkaji isu-isu tentang agama yang terjadi di sekitar mereka,” pungkasnya.
Sementara pada agenda penutupan kegiatan, 9 Desember lalu, hadir Ustadz dr. Arif Alamsyah dari Fakultas Kedokteran UB. Acara Acara ditutup oleh Dekan FIA UB Prof. Dr. Bambang Supriyono, MS. (oci/adv)

Berita Terkait

Berita Lainnya :