Wadahi Kreatifitas Siswa, Gelar Kontes Modifikasi Motor



MALANG – Semarak gebyar HUT ke-30 SMK PGRI Singosari yang digelar sejak Senin (11/12) lalu, ditutup dengan acara kontes sepeda motor modifikasi, Sabtu (16/12).  Sebanyak 58 sepeda motor yang telah dimodifikasi dipamerkan sebagai karya kreatifitas siswa dan alumni SMK PGRI Singosari.
 Kordinator acara Aan Nashrul Khadafi mengatakan, kontes sepeda motor modifikasi digelar untuk mewadahi penyaluran bakat dan kreatifitas siswa. Siswa SMK PGRI yang dikenal kreatif dalam bidang otomotif perlu difasilitasi agar potensi dan keterampilannya terus berkembang.
 "Kontes ini hanya sebagai wadah kreatifitas para siswa, pada dasarnya berkendaraan itu harus dengan motor yang standart sesuai aturan hukum yang berlaku, " kata   Kordinator acara Aan Nashrul Khadafi kepada Malang Post.
Meski sebatas untuk siswa dan alumni,  kegiatan ini mendapat respon yang cukup besar. Terlihat dari jumlah peserta yang ikut.  "Sebenarnya kami ingin melibatkan masyarakat umum,  tapi area parkir sekolah yang kurang memadai,  jadi kami batasi internal dan alumni saja," terangnya.
Aan menjelaskan, kontes ini dibagi menjadi tiga kelas.  Kelas pure thailook,  kelas khusus sepeda motor bebek atau sport matic,  yang dimodif  bergaya murni Thailand style. Kedua,  kelas street racing,  khusus sepeda motor modif model racing aliran minimalis.  Gabungan antara matic dan non matic. Ketiga,  kelas fashion daily,  modif hasil modifikator rookies category,  khusus tipe bebek dan sport yang dimodif minimalis style harian.
Item yang dinilai antara lain, performa motor, inovasi, tema, kreatifitas, cat, stripping, asesories, tren, tipstrick, tingkat kesulitan dan keserasian universal.  
"Anak-anak telah menunjukkan hasil kretifitas mereka yang bagus. Semoga kedepan semakin berkembang dan semakin baik," harapnya.
Sehari sebelumnya pada Jumat (15/12) lalu, digelar jalan sehat yang diikuti guru, siswa dan wali siswa. Ratusan doorprize dan juga hadiah utama satu unit sepeda motor Mio diberikan kepada peserta jalan sehat yang beruntung. Hadiah yang sangat istimewa ini menarik minat peserta untuk mengikuti acara ini. Jalan sehat yang dimulai pada pukul 06.00 WIB ini diberangkatkan  Kepala Sekolah H. Subagyo Utomo, S.Pd.
Ketua Panitia HUT ke-30 SMK PGRI Singosari, Istiyarini, S.Pd mengatakan, baru kali ini menggelar acara jalan sehat bersama wali siswa. Biasanya untuk memeriahkan acara HUT, sekolah hanya menggelar karnaval budaya. “Tahun ini kami ingin lebih dekat bersama masyarakat khususnya orang tua siswa yang menjadi konsumen kami,” ucapnya.
Kemeriahan HUT SMK PGRI Singosari dimulai sejak tanggal (11/12) lalu. Kegiatan dimulai dengan acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilanjutkan dengan lomba futsal dan lomba perkusi keesokan harinya. Lomba futsal berlangsung hingga tiga hari. Sedangkan lomba perkusi dilaksanakan selama dua hari. “Perlombaan ini tujuannya untuk meningkatkan kreatifiras siswa, melatih kerjasama dan memupuk kebersamaan antar siswa,” jelas Rini.
Menurutnya, dari nilai-nilai itulah akan terbentuk karakter siswa yang lebih baik. “Anak pintar tapi tidak berkarakter yang percuma,”imbuhnya.
Ia berharap diusia sekolah yang telah mencapai 30 tahun,  para guru SMK PGRI lebih dewasa dan lebih bijak dalam membimbing siswa untuk menjadi generasi yang berkualitas. “Sebab guru adalah teladan, segala hal akan menjadi contoh bagi siswanya. Jika gurunya berkualitas, maka tentu muridnya juga berkualitas,” pungkasnya. (imm/sir/aim)

Berita Lainnya :