Bahasa Arab Pemersatu Mahasiswa Asing UIN Maliki



MALANG – UIN Maliki Malang merayakan Hari Bahasa Arab se-dunia, kemarin. Kegiatan ini diikuti seluruh mahasiswa termasuk mahasiswa asing dari enam negara yang sedang studi di sana. Yakni mahasiswa asal China, Thailand, Sudan, Kamboja, Malaysia, dan Saudi Arabia. Kemampuan berbahasa Arab mereka diuji, ketika harus memainkan drama, kemarin (18/12).
“Drama ini menceritakan tentang bagaimana pembelajaran bahasa Arab ini menjadi pemersatu negara,” ujar Ketua Pusat Pengembangan Bahasa Arab, Dr Danial Hilmi.
Drama tersebut bercerita tentang perjuangan para mahasiswa asing yang selama satu tahun harus bisa berbahasa Arab, sebab bahasa ini menjadi bahasa wajib yang harus dipelajari oleh mahasiswa baru selama satu semester.
Sebanyak 12 mahasiswa bermain dalam drama ini. Karakter yang dimainkan, ada tiga, yakni karakter mahasiswa yang mahir berbahasa arab, karakter yang bisa berbahasa arab, dan karakter mahasiswa yang tidak bisa berbahasa arab.
Danial Hilmi mengatakan, jika pada umumnya yang menjadi bahasa general adalah bahasa Inggris, di kampus UIN Maliki, bahasa Arablah yang menjadi pemersatu mahasiswa dari negara berbeda. Logat yang berbeda, tak jarang membuat mahasiswa tidak lulus ujian. Namun, karena susahnya memelajari bahasa Arab inilah, yang membuat mahasiswa semakin erat, karena mereka harus sering sharing dan saling berbagi.
“Karena di UIN Maliki, bahasa Arab wajib dipelajari selama satu tahun yakni di tahun pertama mahasiswa baru, harus bisa berkomunikasi dengan bahasa ini. Kami juga mewajibkan mahasiswa  untuk sering menggunakan bahasa Arab sebagai sarana mereka berkomunikasi, sambil belajar,” kata Danial. Danial mengatakan, Latar belakang susahnya berbahasa arab inilah yang dijadikan sebagai ide cerita drama.
Peringatan hari bahasa arab se dunia bukan hanya menampilkan drama, namun juga nyanyian Bahasa Arab, dan Tarian.
Rektor UIN Maliki, Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag mengatakan, perayaan hari bahasa arab di UIN Maliki kali ini menunjukkan bahasa arab sebagai ikon kampus harus terus diberdayakan. Menurutnya, UIN Maliki adalah wadah bagi mahasiswa asing untuk menjadikan bahasa arab sebagai media komunikasi dan interaksi. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :