Lagi, Disdik Bagikan Komputer untuk SMP Negeri


MALANG - Dinas Pendidikan (Disdik) hari ini terakhir membagikan 543 komputer kepada seluruh SMP Negeri di Kota Malang.Pembagian komputer kali ini adalah sebagai tahap pemerataan dan pemenuhan. Sebab, sebelumnya Disdik juga telah membagikan 4.000 lebih komputer.
”Ya untungnya selalu ada anggaran khusus. Jadi, kita harapkan kebutuhannya terpenuhi,” ujar Kasi SMP Disdik Kota Malang Budiono.
Menurut dia, jika mau memakai satu tahap saja, kebutuhan komputer akan makin banyak. Untuk itu, dia menyatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sudah menyiapkan anggaran tambahan untuk penyediaan komputer meski belum disebutkan berapa nilainya.
Dengan bantuan ini, ia berharap, tidak ada lagi yang sampai menempuh 3 tahap agar pelaksanaan UNBK lebih efektif. Selain itu, ada cara lain yang bisa ditempuh untuk memastikan penyelenggaraan UNBK tidak terhambat karena ketersediaan komputer.
Seperti mekanisme di awal, lanjut dia, pelaksanaan UNBK bisa disiasati dengan mencarikan bantuan ke SMA atau SMK. Selain itu, memakai laptop pribadi milik siswa. Namun, lanjut Budi, bantuan kali ini tidak bisa memenuhi seluruh permintaan sekolah yang masih kekurangan komputer. Budi mengatakan, saat ini seluruh sekolah masih membutuhkan 1.000 komputer.
“Kami mendata yang paling membutuhkan saja. Kalau semua dipenuhi tentu saja kami tidak bisa,” terangnya.
Namun paling tidak, dengan begitu, dia melanjutkan, Kota Malang sudah bisa mengatasi kekurangan tanpa harus bergantung pada bantuan komputer dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI yang rencananya memberikan 90.000 komputer untuk seluruh Indonesia. ”Apalagi sampai saat ini mekanisme pemberian bantuan komputer juga belum jelas,” katanya.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kota Malang Drs. Burhanuddin, MM  berharap, pembagian bantuan itu bisa merata ke seluruh SMP. Terlebih, bisa juga diberikan untuk swasta.
”Karena kami masih belum tau apakah dari daerah yang membagikan ke sekolah atau sudah ditentukan jumlah per sekolah dari kementerian langsung,” imbuhnya
Namun,  lanjutnya sekolah sepakat tidak mengandalkan penuh bantuan itu untuk penyediaan komputer.
”Kita masih bisa menyiasati dengan banyak cara, tapi kalau ada bantuan akan lebih baik dan lebih efisien,” pungkasnya. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :