magista scarpe da calcio Cegah Politik Uang dalam Pilkada


Cegah Politik Uang dalam Pilkada


MALANG - Modus korupsi tidak saja mengambil uang rakyat saja. Namun, korupsi juga bisa dilakukan oleh masyarakat biasa. Contoh paling masiv adalah money politic. Berdasarakan hasil riset yang ia lakukan bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tindakan politik uang di Indonesia pada tahun 2014, pemilu mencapai 77 persen.
Hal tersebut diungkapkan pakar hukum tipikor Prof Dr Denny Indrayana S.H L.LM P.hd.  dalam agenda kuliah tamu di Universitas Wisnuwardhana.
Dalam pemaparannya, Denny mengingatkan, jelang pesta demokrasi, mahasiswa bisa turut menjadi pelaku pencegah tindak pidana korupsi dengan menghindari politik uang, dan memilih pemimpin sesuai hati nurani.
“Mahasiswa dalam hal ini berperan penting. Sebab, idealisme yang tinggi, dan sebagai agen perubahan, harus bisa membantu pencegahan korupsi di Indonesia,” ujarnya.
Denny mengatakan, dengan peran mahasiswa, ia yakin, upaya pemberantasan korupsi sudah dilakukan melalui cara marathon. Menurut Denny, pemberantasan korupsi melalui cara marathon ini akan lebih efektif. “Memberantas korupsi tidak harus melalui lari cepat, tapi dengan cara marathon yang dilakukan secara holistic,” terang Dosen Universitas Gadjah Mada itu.
Ia berharap, mahasiswa Unidha yang hadir bisa menjadi generasi jujur. Jujur untuk tidak menerima praktik politik uang, adalah hal paling sederhana yang harus dipraktikkan oleh mahasiswa.  Denny juga membeberkan, tindakan tidak menerima uang, adalah salah satu cara melakukan pendidikan politik.
Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Era Presiden SBY itu mengatakan, pendidikan politik penting bagi masyarakat. Terutama mereka yang masih berfikir pragmatis.
“Mahasiswa harus dibekali sejak sekarang mindset tentang kejujuran, sehingga nanti setelah lulus, mereka bisa menjadi generasi jujur saat sudah mulai  berkecimpung di masyarakat,” pungkasnya. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top