Sinkronkan Kurikulum dengan Tiga Perusahaan Animasi


MALANG – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Malang (SMKN 4) menargetkan 2019 berhasil melakukan upaya revitalisasi untuk jurusan Animasi. Sekolah yang mempunyai nama populer SMK Grafika ini juga telah melakukan upaya sinkronisasi dengan 3 perusahaan animasi. Yakni, PT Bali, Bali Animasi Solusi Ekakarsa (Bali Base), PT Mocca dan PT Hompimpa.
Sinkronisasi ini dilakukan oleh tiga perusahaan, sebagai upaya awal untuk menyesuaikan kebutuhan industri dan penggalian potensi siswa.
“Kami melakukan beberapa kali sinkronisasi untuk pertemuan, agar menemukan kecocokan antara kebutuhan industri dan siswa, sehingga kami bisa menghasilkan siswa yang dibutuhkan Industri,” kata Kepala SMKN 4 Dr Wadib Su’udi, MM.
Nantinya, kata Wadib, capaian yang ingin diraih adalah ketika siswa lulus di tahun 2019, mereka sudah diminta oleh industri. Sebab, kualifikasi kebutuhan industri sudah diketahui. Wadib mengatakan, untuk membuat siswa sesuai kualifikasi, siswa perlu digodok sejak sekarang.
“Siswa digodok sejak sekarang, tahun 2017 merupakan tahun awal kami merintis membentuk siswa. Harapan saya ketika mereka sudah dibekali, nanti di 2018, akan kami lakukan teaching factory agar produk siswa bisa dikomersilkan,” jelasnya.
Kelas industri yang dibuka juga mendatangkan guru dari industri terkait. Diharapkan dengan adanya pengajar langsung dari yang bersangkutan, siswa bisa menyerap ilmu yang didapat.
Bali Base, adalah salah satu perusahaan yang telah melakukan sinkronisasi untuk jurusan animasi SMKN 4 yang dipercaya untuk mencetak siswa menjadi tenaga ahli animasi.
“Tenaga ahli yang dimaksud bukan hanya sekadar menjadi pekerja saja, tapi juga saya harapkan siswa bisa membuat lapangan kerja sendiri dengan kreativitas mereka,” terang Wadib.
Tidak hanya menghadirkan guru dari industri terkait saja, namun SMKN 4 juga mengirimkan guru untuk menimba ilmu di Bali Base.
“Saya juga mengirimkan satu guru untuk menimba ilmu ke sana, guru yang saya kirim adalah Bu Novia S.Sn, saya mempercayakan kepada beliau untuk mentransfer ilmu kepada siswa, ketika beliau sudah kembali ke sekolah,” terangnya.
Kelas industri akan dilakukan selama enam kali tatap muka dalam seminggu.
Untuk bisa bergabung dengan kelas industri, siswa harus memenuhi kriteria. Tiga kriteria penting yang harus dimiliki siswa untuk kelas industri animasi adalah mempunyai wawasan, keterampilan yang lebi dari siswa lainnya, dan sikap. Wadib menegaskan, tiga kriteria utama itu harus terpenuhi.
“Mereka sebelumnya diseleksi oleh psikolog juga. Psikolog akan mewawancarai calon siswa, kemudian juga membantu menganalisis apakah siswa tersebut layak atau tidak,” terang Wadib.
Menurut Wadib, selektif dalam menjaring siswa, adalah langkah tepat untuk berlari melakukan upaya revitalisasi yang ditargetkan memenuhi kualitas pada tahun 2019. Wadib mengungkapkan, indikator paling utama yang ingin ia capai di tahun 2019 adalah hasil lulusan yang berkualitas.
“Begitu mereka lulus, angkatan pertama akan kami data. Berapa persen keberhasilam lulusan, dari keterserapan wirausaha, hingga mereka yang ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi negeri ternama,” bebernya.
Tim revitalisasi SMKN 4 dibimbing oleh Dr. Sugandi dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM). Sebelumnya, tim revitalisasi sudah melakukan sinkronisasi dengan tiga perusahaan dari DU/DI. (sin/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :