Uji Coba Rapor Ganda Tahun Depan


 
MALANG – Wacana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menerapkan uji coba rapor ganda di Kota Malang belum bisa terealisasikan tahun ini. Beberapa sekolah dasar, masih belum mendapat sosialisasi seputar rapor ganda sehingga masih menggunakan format rapor lama. Paling cepat, penerapan rapor ganda bisa dilakukan tahun depan.
MIN 1 Malang, yang kemarin menggelar penerimaan rapor, masih menggunakan format rapor lama. Kepala MIN 1 Malang, Drs Suyanto M.Pd, pihaknya masih menggunakan format rapor lama karena belum mendapatkan informasi seputar rapor ganda. “Kami belum mendapatkan sosialisasi dari pihak manapun, baik dari diknas ataupun kementerian agama (kemenag). Jadi sementara ini, rapor kami masih menggunakan rapor yang lama,” ungkapnya. Ia mengaku siap jika format rapor siswa diganti yang baru dan sudah disediakan.
Senada dengan MIN 1 Malang, SDN Model Malang juga belum mendapatkan sosialisasi dari diknas. Kepala SDN Model, Suparti S.Pd M.Pd mengaku sudah mendengar wacana tersebut, namun belum mendapakan sosialisasi. Jika peraturan ditetapkan dan sosialisasi dilakukan, ia siap menerapkannya.
“Tentu saja kami siap kalau memang sudah ada peraturannya,” kata Suparti.
Pada Oktober lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam kunjungannya ke Malang sempat mencetuskan akan menerapkan uji coba rapor ganda tersebut akan dilakukan di sejumlah daerah, termasuk Kota Malang. Pada tahap awal uji coba, penerapan rapor ganda ini membidik siswa SD dan direalisasikan di tahun ini juga. Kemudian akan dilanjutkan untuk jenjang SMP dan SMA/SMK.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah MM rapor yang sifatnya menuliskan rekam jejak siswa ini akan bisa direalisasikan tahun depan. Bentuk rapor tersebut nanti ada format untuk mengisi beberapa item penting, seperti rekam perkembangan dan kepribadian sisw, minat dan bakat siswa.
"Rapor ganda untuk jenjang SD ini lebih banyak mengarah dan menyentuh masalah budi pekerti, capaian ekstrakurikuler dan lainnya,” ungkapnya.
Untuk jenjang SMP, lanjutnya juga pada kepribadian. Sedangkan untuk SMA/SMK lebih banyak bersentuhan dengan bobot kompetensi.
" Kota Malang dipilih sebagai salah satu kota proyek percontohan, karena paling dinamis dalam menerima reformasi pendidikan. Saya yakin Malang sangat siap untuk melakukan uji coba rapor ganda," ujarnya.
Ia mengemukakan, rapor itu nanti adalah rapor akademik dan nonakademik. Dan, rapor ganda ini bisa menjadi portofolio siswa sekaligus untuk menjembatani komunikasi antara sekolah dengan siswa. Sebab, banyak sekolah yang tidak tahu kegiatan siswanya.
Rapor kepribadian ini, katanya bisa mencatat semua kegiatan siswa secara rinci. Contohnya, anak yang tidak pernah ke gereja dengan anak yang sering ke gereja, tentu beda. Demikian juga dengan siswa yang rajin dalam kegiatan lainnya dengan siswa yang 'diam'. (sin/nda)

Berita Terkait

Berita Lainnya :