Rektor UIN Santuni Janda, UMM Kupas Ibu Cerdas Zaman Now

 
Bertepatan pada Hari Ibu, UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) mengundang puluhan orang janda tua di gedung Rektorat, kemarin. Puluhan janda itu diberikan santunan, berupa bingkisan bahan pokok, uang tunai, dan makanan. Salah satu janda berusia 80 tahun warga Merjosari bernama Semi tersenyum bahagia, ketika menerima santunan dari Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim, Prof Abd Haris M.Ag.
Sembari matanya berkaca-kaca, ia berkali-kali mengucapkan terima kasih, ketika menerima bantuan. Saat diwawancarai, ia mengaku tidak hanya senang, namun juga sangat bersyukur dan terharu, bisa masuk ke kampus dengan gedung megah itu. Semi tidak menyangka, ia bisa duduk bersama dengan para akademisi dan juga professor.
“Senang sekali diundang ke gedung ini. Begitu saya masuk tadi, saya ingin melepas sepatu, karena lantainya yang bersih dan licin. Malah tidak menyangka, saya bisa duduk bersama orang-orang pintar,” kata Semi sambil tersenyum.
Ia yang sehari-hari hanya bekerja berjualan makanan di warung, satu hari tidak selalu laku. Sehari-hari ia hanya makan seadanya. Bantuan ini akan langsung ia gunakan. Ia akan membeli keperluan warung dan untuk kehidupan sehari-hari. Bingkisan yang diberikan juga akan ia konsumsi. Ia hanya tinggal sendiri di rumah sederhananya, ketiga anaknya sudah menikah dan tidak satu rumah dengannya.
Sementara itu, Rektor UIN Maliki Prof Abd Haris, M.Ag mengatakan, di hari ibu, UIN Maliki ingin membuat para ibu tersenyum. Ia ingin, UIN Maliki, mengabdikan hibah yang dimiliki untuk para ibu berstatus janda di sekitar lingkungan kampus.
“Kami kampus yang berdiri megah di tengah pemukiman warga, bukan di tengah kota yang juga disandingkan dengan gedung megah. Kami ingin, kemegahan kami ini tidak berdiri gagah sendiri, tapi juga dengan doa-doa para ibu yang menurut saya mulia,”kata rektor yang akrab disapa Haris itu.
Haris mengatakan, untuk kali pertama program ini dilakukan, nantinya ia akan merutinkan program ini. Setiap bulan, UIN akan memberikan santunan kepada fakir miskin.“Kami rencanakan rutin dilakukan setiap bulan, berupa santuna kepada fakir miskin,” jelasnya.
Untuk memeringati hari ibu, tidak hanya aksi sosial saja yang dilakukan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) misalnya, menggelar kajian bertajuk "Tantangan Menjadi Ibu Cerdas di Era Kekinian: Smart Mom, Smart Parents, Smart Kid".
Menghadirkan pemerhati perempuan dan anak, Dr. Vina Salviana DS M.Si dan Nur Afifah Khurin Maknin M.Kes sebagai pemateri, 80 peserta memadati Auditorium UMM. Peserta Kajian Hari Ibu ini terdiri dari berbagai elemen, antara lain guru Taman Kanak-Kanak (TK), Pimpinan Daerah Aisiyah (PDA) dari Kota dan Kabupaten Malang, PDA Kota Batu, dosen dan Sahabat LP3A (SAPA) yang merupakan mahasiswa UMM.
Vina memaparkan tentang self concept. Menurut Vina, kata-kata yang diucapkan oleh ibu mempunyai pengaruh besar terhadap perilaku dan karakter seorang anak. Apa yang dikatakan seorang ibu akan melekat dalam benak si anak.
“Jika seorang Ibu sering berkata kasar, misalnya membodoh-bodohkan seorang anak, maka kata-kata itulah yang tertancap di benak si anak,” ujar Vina yang juga dosen Prodi Sosiologi.
Mengamini Vina, Nur Afifah menambahkan bahwa pola pengasuhan dan perlakuan juga mempengaruhi tumbuh kembang serta karakter anak. Hal tersebut juga tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Parenting menurut Nur Afifah, adalah sebuah perjalanan panjang. Apa yang diajarkan orang tua terhadap anak terkait pendidikan karakter, tidak bisa instan dirasakan. Butuh waktu bertahun-tahun untuk melihat hasilnya.
“Oleh sebab itu apa yang dilakukan oleh orang tua saat ini, tidak terlepas dari yang diterimanya dulu,” pungkas Kaprodi Tarbiyah ini. (sinta/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :