UB Rancang Pedoman Fiqh Disabilitas


MALANG - Universitas Brawijaya (UB) sebagai satu-satunya kampus yang memiliki Program Studi Layanan Disabilitas (PSLD), terus meningkatkan layananya. Yang terbaru, UB tengah menyiapkan halaqah fiqh. Halaqah Fiqh ini diprakarsai oleh Pusat Studi Pesantren dan Pemberdayaan Masyarakat (PS2PM) UB, Pusat Rehabilitasi YAKKUM dan The Asia Foundation (TAF) yang bertujuan untuk mewujudkan Islam yang berkesadaran terhadap penyandang disabilitas.
Rektor UB, Prof. Dr. Ir M. Bisri, M.S berharap halaqah fiqh bisa menjadi landasan dalam mengelola disabilitas di UB. Ia juga akan berupaya meningkatkan fasilitas - fasilitas agar mampu memberikan pelayanan pendidikan yang baik khususnya untuk disabilitas.
"Kami akan terus meningkatkan fasilitas untuk disabilitas, seperti membangun rumah layanan disabilitas, mobil pelayanan dan seperti yang sudah dibuat oleh mahasiswa FILKOM yaitu smart wheelchair, atau kursi roda pintar," ujarnya.
Dijelaskan Fadila Putra Ph.D hasil dari halaqah ini berupa produk hukum fiqh terperinci (furu'iyyah) dalam empat ranah yaitu ubudiyah (tata peribadatan), muamalah (tata pergaulan sosial), jinayah siyasah (kebijakan publik) dan ahwalul syakhsiyah (nikah dan rumah tangga).
Ketua LBM PBNU, Kyai. H. Najib Hasan sangat mengapresiasi UB sebagai satu - satunya kampus yang memiliki PSLD. Ia berharap melalui kegiatan ini menjadi langkah awal dan sebagai pedoman fiqh disabilitas yang bermanfaat untuk masyarakat muslim.
"Kami sangat mendukung kegiatan ini dengan harapan nantinya dapat menjadi pedoman bagi pembuat kebijakan dalam memberikan hak kepada penyandang disabilitas, dan juga menghasilkan rumusan yang bermanfaat bagi semua kalangan muslim," tutur Najib. (oci)

Berita Lainnya :

loading...