Berkat “Ini Ibu Budi”, Dosen UB Raih Australia Awards


MALANG - Kalimat “Ini Ibu Budi” tak asing bagi orang Indonesia. Sejak masih duduk di bangku SD, kalimat ini dikenalkan oleh para guru di sekolah. Hal ini pula yang menarik minat dosen Universitas Brawijaya Wenny Bekti Sunarharum STP MFoodST PhD. Ia membuat lagu untuk memelajari Bahasa Indonesia berjudul Ini Ibu Budi.
Berkat karyanya itu, Wenny menerima penghargaan Australia Awards dari pemerintah Australia atas kontribusinya dalam hubungan Indonesia-Australia.
“Lagu itu terinspirasi dari pelajaran membaca masa kecil yang sangat mengena karena mudah dipelajari. Saya dan suami pun membuat lagu sekaligus video klip lagu tersebut pada akhir 2016,” jelasnya.
Lagu itu ia maksudkan sebagai pengenalan Bahasa Indonesia untuk warga Indonesia dan Australia yang ada di negeri Kangguru itu.
“Apalagi saat itu Universitas Queensland juga menginisiasi balai Bahasa Indonesia. Jadi lagu ini satu kontribusi saya sebagai orang Indonesia yang belajar di Australia,” tuturnya.
Kepala laboratorium ilmu sensori dan pangan FTP UB itu mengatakan, warga Australia sejak SD sudah mendapatkan pelajaran Bahasa Indonesia. Pengajar di sana sangat mengapresiasi lagu buatan Wenny yang membuat belajar lebih mudah. Proses pembuatan lirik lagu tidak memakan waktu yang lama. Sebab, lirik sederhana itu, hanya bercerita tentang kesederhanaan kalimat, yang sering dijadikan sebagai objek pembelajaran.
“Video klip lagu ini juga sudah saya serahkan pada Kedutaan RI di Australia lewat Konsulat Jenderal Sydney agar dipergunakan untuk pendidikan secara maksimal,” ungkapnya.
Wanita kelahiran 5 April 1982 itu juga pernah terlibat sebagai penulis cerita dari film pendek berjudul Behind The Mask yang menceritakan tentang mahasiswa Indonesia yang mengalami culture shock di Australia. “Ceritanya penari topeng malang mendapat kesempatan sekolah di Australia namun mengalami culture shock dan kesepian, sampai seorang mahasiswa Australia menunjukkan ketertarikan pada budaya Indonesia dan mau berteman dengannya,” ceritanya. Film itu mendapatkan special mention award pada Australia-Indonesia Short Film Competition Festival 2016. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :