Revitalisasi SMK, Siapkan Lulusan Cepat Laku


MALANG - Reformasi pendidikan kejuruan dimulai tahun ini. Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan, yang disusul dengan nota kesepahaman antarkementerian terkait, seakan menjadi roket pendorong pendidikan vokasi di negeri ini. Sebanyak 125 SMK di Indonesia, ditunjuk pemerintah untuk melaksanakan program revitalisasi SMK. Dua SMK di Kota Malang, telah melaksanakan upaya revitalisasi, yakni SMKN 4 dan SMKN 5 Malang. Masing-masing sekolah mempunyai upaya berbeda, untuk penerapan revitalisasi.
SMKN 4 memulai upaya revitalisasi untuk jurusan Animasi. Sekolah yang mempunyai nama populer SMK Grafika ini juga telah melakukan upaya sinkronisasi dengan 3 perusahaan animasi. Yakni, PT Bali, Bali Animasi Solusi Ekakarsa(Bali Base), PT Mocca dan PT Hompimpa.
Kepala SMKN 4 Dr Wadib Su’udi, MM mengungkapkan capaian yang ingin diraih adalah ketika siswa lulus di tahun 2019, mereka sudah diminta oleh industri. Sebab kualifikasi kebutuhan industri sudah diketahui dengan adanya kerja sama atau sinkronisasi tersebut. Wadib mengatakan, untuk membuat siswa sesuai kualifikasi, siswa perlu digodok sejak sekarang.
“Siswa digodok sejak sekarang, tahun 2017 merupakan tahun awal kami merintis membentuk siswa. Ketika mereka sudah dibekali, nanti di 2018, akan kami lakukan teaching factory agar produk siswa bisa dikomersilkan,” jelasnya.
Wadib mengungkapkan, indikator paling utama yang ingin ia capai di tahun 2019 adalah hasil lulusan yang berkualitas. “Begitu mereka lulus, angkatan pertama akan kami data. Berapa persen keberhasilan lulusan, dari keterserapan, wirausaha, hingga mereka yang ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi negeri ternama,” bebernya.
Sementara SMKN 5 Malang juga terus melakukan berbagai upaya peningkatan di berbagai bidang mulai dari peningkatan kompetensi guru, peningkatan sarana dan prasarana hingga kerjasama dengan industri.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (Humas)Wahyu Andreas M.Pd memaparkan, upaya SMKN 5 dalam revitalisasi sudah mengalami progres yang signifikan. Upaya revitalisasi ditunjukkan dengan memulai kerja sama Du/Di. Perusahaan yang digandeng, adalah perusahaan yang mempunyai bidang linear dengan jurusan/prodi.
Untuk jurusan Kriya keramik, SMKN 5 melakukan kerjasama dengan perusahaan keramik di Kota Solo. Sekolah membuat program kunjungan belajar ke perusahaan tersebut secara berkala. Mereka mempelajari batik cap dan batik printing untuk desain keramik. Andre menargetkan, di tahun 2018 nanti, jurusan Kriya Keramik bisa membuat bengkel keramik.
 “Kami sudah mengirim siswa dan guru untuk belajar ke sana juga, dengan harapan bisa menimba ilmu-ilmu kreatif dari sana,” kata Andre.
Selain jurusan Kriya Keramik, Teknik Komputer Jaringan (TKJ) juga bekerja sama dengan Du/Di. Jurusan TKJ, melakukan kerja sama dengan PT Ikon Plus. anak perusahaan PLN yang bergerak dalam bidang  jaringan. Perusahaan ini, akan membantu alat-alat laboratorium yang belum dimiliki sekolah, sehingga siswa jurusan TKJ bisa belajar dan mencoba mengoperasikan alat lab yang digunakan perusahaan.
Target 2018 nanti, jurusan yang direvitalisasi bisa melakukan upaya komersialisasi. Produk-produk yang telah dihasilkan dari hasil siswa yang bersinergi dengan Du/Di bisa dijual kepasar. Menurutnya, jika barang laku dipasar maka indicator keberhasilan upaya revitalisasi.
Revitalisasi SMK diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu SMK dengan dua orientasi baru. Pertama, mengantisipasi datangnya gelombang Revolusi Industri 4.0 dengan segala teknologi desruptif yang menyertainya; dan kedua, orientasi pengembangan keunggulan potensi wilayah sebagai keunggulan nasional untuk menciptakan daya saing bangsa. Pilar pertama memperkokoh jalinan SMK dengan dunia usaha dan industri Abad XXI, pilar kedua mendongkrak keunggulan lokal menjadi keunggulan global. (sin/oci)

Berita Lainnya :

loading...