Sumbang Solusi Cerdas untuk Panti Asuhan

 
MALANG - Mahasiswa jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM menyumbang ide segar untuk pengasuh Panti Asuhan Putri Aisyiyah Jetis Mulyagung Malang. Melalui kegiatan penelitian di panti tersebut, tim mahasiswa membuat sejumlah program menarik untuk mengatasi permasalahan yang ada di sana.
Tim mahasiswa yang terdiri dari Hindri Nursiti, Adhe Setya, Jusiana Sari, Rury harbianti, dan Siti Saidah Bahi dalam penelitiannya mengungkap, ada permasalahan yang perlu ditangani dengan kreatif di panti asuhan tersebut.
“Dua hal yang kami temukan dari hasil wawancara dengan pengasuh panti asuhan, yakni banyaknya pelanggaran yang dilakukan seperti tidak salat berjamaah dan tidak mengikuti kultum, serta kurangnya minat berlajar dan les setiap Sabtu dan Minggu,” ujar Nadia Sholihah, mahasiswa Jurusan Sosiologi 5B FISIP UMM.
Ide segar yang dibuat tim dibawah bimbingan dosen pengampu Dr.Vina Salviana DS. M,Si  adalah dengan penerapan sistem absen dan point untuk mencegah pelanggaran. Sistem absen setiap akan melakukan salat berjamaah dan yang bertugas untuk mengabsen adalah yang bertugas sebagai imam. Permasalahan kedua, tentang kurangnya efek jera terhadap banyaknya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh anak Panti Asuhan Putri Aisyiyah Jetis Mulyoagung. Solusinya untuk permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan sistem point. Sistem point yang dimaksud disini ialah setiap pelanggaran ada point yang disanksikan. Pendampingan ini dimulai pada 8-13 Desember 2017. 
“Pendampingan yang kami lakukan memang tidak intens setiap hari dikarenakan waktu yang belum memungkinkan,” urainya.
Solusi untuk permasalahan kedua ialah, kurangnya minat belajar dan les setiap hari sabtu dan minggu. Hal tersebut terjadi karena anak-anak Panti Asuhan Putri Aisyiyah Jetis Mulyoagung merasa lelah dan membutuhkan hiburan. Setidaknya satu bulan sekali untuk me-refresh otak dan pikiran mereka dengan melakukan Nonton Bareng (nobar) di panti tersebut. Dan pada tanggal 16 Desember lalu, mahasiswa UMM mengajak anak panti nobar. 
“Kami untuk kali pertama memutarkan film berjudul “War for the planet of the apes” film bertema action animasi ini menjadi film pertama yang ditonton oleh anak panti asuhan putri Aisyiyah Jetis Mulyoagung,” urainya.
Film tersebut dipilih karena memang mengingat usia dari anak panti sendiri yang masih sangat belia yaitu 12-18 tahun. 
“Film yang kami tontonkan juga bebas dari unsur pornografi atau pun kata-kata yang tidak pantas di lontarkan,” kata dia.
Film yang becerita tentang sekumpulan kera yang ingin hidup bebas tanpa dianiaya dan diperlakukan tak layak oleh kaum manusia. Film ini juga mengajarkan arti tentang bagaimana cara kita menyayangi hewan dan tidak semena-mena karena mereka juga ciptaan sang maha khaliq. 
“Agenda nobar akan dilaksanakan sebulan sekali sepakat dengan para pengasuh panti,” pungkasnya. (oci/adv)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :