Untuk PNS Palestina, UB Siapkan Beasiswa Rp 2 Miliar


 
MALANG – Universitas Brawijaya (UB) menyiapkan anggaran Rp 2 miliar untuk beasiswa bagi warga sipil Palestina. Beasiswa ini akan diberikan di tahun 2018, untuk program pasca sarjana. Hal itu disampaikan pada acara Refleksi Akhir Tahun UB, yang diadakan di Gedung Rektorat, Jumat (29/12).
“Kami (UB) mengecam kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai penetapan status Yerusalem sebagai ibukota Israel. Atas dasar itulah kami ingin memberikan wujud kepedulian kami itu,” ungkap Rektor UB, Prof. Dr. Mochammd Bisri, MS. Bisri. 
Ia membeberkan, saat ini, sudah mengirimkan staff ahli dalam bidang kerja sama untuk mengidentifikasi apa saja dan berapa orang yang layak mendapatkan beasiswa tersebut.
Sebagai dukungan kepada rakyat Palestina, Wakil Rektor bidang kerja sama UB mengirim staf ahli ke Palestina. Hal itu untuk mengetahui kebutuhan rakyat Palestina melalui KBRI Yordania.
“Ini permasalahan serius. Rakyat Palestina butuh segala sesuatu yang kami berikan karena kondisinya yang memperihatinkan,” lanjut Bisri.
Selain sudah mengirimkan staff ahli ke Palestina, Bisri juga sudah menunjuk tim khusus untuk mengatur program beasiswa ini. Ia mengungkapkan, tim inilah nantinya yang akan menyeleksi para calon penerima beasiswa.
Yang jelas, lanjut Bisri, kriteria utamanya adalah pegawai negeri sipil (PNS) di Palestina. Sebab menurutnya, PNS adalah abdi negara, yang berhak menuntut ilmu. Bisri mengungkapkan, meskipun ada persyaratan utama, namun juga akan ada kriteria untuk diseleksi. Bisri membeberkan, beasiswa ini terbuka untuk pasca sarjana program studi dalam bidang apapun yang tersedia di UB.
Guru besar Teknik Pengairan itu mengungkapkan, tidak ada tujuan atau misi khusus dalam pemberian beasiswa ini. Program pemberian beasiswa ini adalah murni beasiswa perdamaian, yang ditujukan untuk membantu warga palestina. Ia membeberkan, sikap UB tersebut adalah wujud pengamalan UUD 1945.
“Penyataan sikap ini didasari UUD 1945, yaitu kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” kata Bisri dengan lantang. (sin/oci) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :