Tolak Difabel, Sekolah Bisa Kena Sanksi


MALANG - Pendidikan untuk Difabel mendapat perhatian serius dari pemerintah. Bahkan, saat ini sedang disusun rancangan peraturan pemerintah (RPP) yang mengakomodir pendidikan bagi Disabilitas.
Ketua Tim Pengurus RPP Dr. Aan Eko Widiarto ketika menghadiri Focus Group Discussion (FGD) di Universitas Brawijaya (UB) menuturkan, agar peraturan bisa dilaksanakan maksimal, ada usulan terkait reward dan punishment bagi sekolah yang menaati dan melanggar peraturan tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi usulan mengenai reward dan punishment tersebut, agar layanan kepada disabel tidak disepelekan,” ungkapnya.
Disebutkannya, usulan yang masuk yakni jika sekolah menaati aturan maka akan ada sertifikasi dan pemberian poin akreditasi. Sedangkan yang melanggar akan dicabut izinnya.
“Namun ini masih dalam proses persetujuan dan semoga RPP ini mendapatkan respon positif dari Pemkot,” kata dia.
Wakil Wali Kota Malang Drs. Sutiaji yang hadir dalam FGD menegaskan, Kota Malang sudah menerapkan pendidikan Inklusi di semua sekolah. Maka dari itu ia sangat melarang keberadaan sekolah yang terang-terangan menolak siswa penyandang disabilitas.
Tak hanya itu, pasca acara tersebut Sutiaji memberitahukan kepada peserta yang hadir di seminar nasional itu bahwa dirinya telah memberikan pesan singkat melalui aplikasi whatsapp kepada  Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM untuk menjalankan peraturan tersebut.
“Untuk RPP sendiri akan segera dijalankan mulai April tahun 2018 mendatang. Karena setelah disahkan nanti maka RPP akan menjadi pengawal pendidikan inklusi di sekolah,” imbuh Sutiaji.
Ia juga mengungkapkan bahwa di dalam RPP tersebut juga terdapat pengadaan sarana dan prasarana yang akan didanai oleh APBD.
Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Kemendikbud Dr. Praptono, M. Ed berharap, RPP yang dibuat bisa untuk mendukung layanan penyandang difabel di bidang pendidikan. Sebab, saat ini, difabel juga bisa belajar di sekolah umum. (mg1/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :