magista scarpe da calcio 109 ABK Tempuh Pendidikan di 16 SMP


109 ABK Tempuh Pendidikan di 16 SMP


MALANG - Sebanyak109 anak berkebutuhan khusus (ABK) mendapatkan layanan di 16 SMP Negeri dan Swasta Kota Malang. Layanan untuk ABK terus ditingkatkan di sekolah tersebut, terutama dalam hal kesiapan guru pendamping khusus (GPK) dan juga sarana prasarana.
Kasi Program dan Evaluasi Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Drs. Budiono, M.Pd mengatakan, beberapa SMP negeri maupun swasta di Kota Malang sudah maksimal dalam menyelenggarakan sekolah inklusi. Namun dalam pelaksanaannya masih disesuaikan dengan kemampuan sekolah, baik fasilitas dan GPK.
“Penekanan terhadap fasilitas maupun GPK tersebut agar anak berkebutuhan khusus tidak hanya dapat sekolah, tetapi mendapat pendidikan dengan baik dan maksimal,” ujar Budiono kepada Malang Post.
Ia menjelaskan lebih lanjut, untuk penerapannya setiap sekolah maksimal menerima dua kriteria anak yang tergolong berkebutuhan khusus. Sehingga saat dilakukan kegiatan belajar mengajar akan berlangsung dan anak dapat ditangani dengan baik. Namun tidak disangkalnya, sekolah juga bisa menerima kriteria ABK lebih dari dua jika memiliki guru pembimbing khusus dengan kuantitas dan kualitas yang memadai pula.
Sementara, dalam penerimaannya, ditegaskan Budiono, memang semua sekolah wajib menerima. Tetapi, sekolah harus menyesuaikan kemampuannya.
“Karena satu guru pembimbing khusus untuk dua anak. Perlu diperhatikan, GPK juga harus melakukan asessmen untuk melihat mampukan guru dan sekolah menyelenggarkan sekolah inklusi,” terangnya.
Tidak hanya itu, sekolah juga harus melakukan sosialisasi kepada siswa, tenaga pengajar, wali murid hingga lingkungan sekitar agar tidak terjadi diskriminasi terhadap anak berkebutuhan khusus. Hal itu bertujuan agar dalam proses belajar mengajar bisa berjalan baik tanpa adanya rasa takut bagi anak tanpa kebutuhan khusus (ATBK) dan ABK.
Budiono menguraikan, untuk SMP negeri dan swasta penyelenggara siswa inklusi di Kota Malang sebanyak 16 sekolah. Dengan enam SMP negeri dan 10 SMP swasta yakni SMPN 25, SMPN 12, SMPN 18, SMPN 21, SMPN 14, SMPN 02, SMP Muhammadiyah 2, SMP Plus Al Kautsar, SMP Bhakti Luhur, SMP Taman Siswa, SMP KR1 TPK, SMP Alhidayah, SMP Sriwedari, SMP Muhammadiyah 06, SMP Bhakti dan SMP Lab UM.
Sementara jumlah siswa yang dilayani di 16 sekolah tersebut, untuk klas VII ada 46 siswa, klas VIII 30 siswa dan klas IX sebanyak 33 siswa. Dengan total keseluruhan 109 siswa.
“Dari contoh itu, kita berharap semua SMP negeri dan swasta di Kota Malang bisa menyelenggaakan sekolah inklusi. Namun hal itu tidak bisa dipaksakan. Karena jangan sampai mal praktik dalam pelaksanaannya,” pungkasnya. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top