magista scarpe da calcio Yel-yel Bikin Matematika Jadi Menyenangkan


Yel-yel Bikin Matematika Jadi Menyenangkan


Malang Post, Mata pelajaran Matematika bisa dikata menjadi momok bagi para siswa karena rumitnya berbagai rumus atau cara tenaga pendidik yang kurang memahami keiinginan siswanya. Namun hal itu bisa dicari solusinya dalam penerapan saat kegiatan belajar mengajar mata pelajaran matematika yang menyenangkan.
Guru Mapel Matematika SMAN 9 Malang, Diah Kismonowati, S.Pd M.Pd membagikan pengalamannya cara mengajar yang nyaman hingga menemukan rumus turunan statistik yang mudah dimengerti oleh siswanya.
"Mendengar kata statistik dalam matematika kerap menakutkan bagi para siswa, itulah yang membuat saya secara continue mencoba menemukan rumus sederhana yang mudah dipahami," ujar Diah kepada Malang Post.
Tak hanya menemukan rumus turunan dalam statistik, ia juga mempunyai inovasi unik dalam memulai kegiatan belajar mengajar. Caranya dengan mengajak siswanya untuk meneriakkan yel-yel sebelumnya pelajaran dimulai. "Dengan memulai kegiatan belajar yang riang saya ingin anak-anak tidak loyo dan termotivasi untuk memulai pelajaran, apalagi saat mata pelajaran matematika,” bebernya.
Dengan mengajak siswa-siswi membuat yel-yel sebelum pelajaran dimulai, Diungkapnya jika hal tersebut juga membuatnya bisa meredam amarah saat mengajar. Selain itu ia juga sering mengucapkan kata-kata yang familiar untuk menyapa siswanya dengan tujuan siswa kembali aktif dan atraktif dalam mengukuti pelajaran.
“Ketika anak-anak mulai loyo kembali di tengah pelajaran, saya sering ajak komunikasi mereka. Sehingga mereka tetap nyaman, namun harus tetap serius,” imbuhnya.
Dikatakannya, apa yang dilakukannya itu tidaklah sulit. Karena dalam mengajar memang dibutuhkan inovasi dari guru.
Inovasi yang dilakukannya itu, tentu mengikuti konteks saat ini dan tidak boleh saklek. Karena hal itu diraskannya bisa membuat siswanya malah semakin tidak bersamangat mengikuti mata pelajaran yang diajarkannya. Dari memahami konteks saat ini, lanjut Diah, seperti memulai pelajaran dengan yel-yel dan memberikan rumus turunan yang lebih mudah dipahami, anak-anak akan dengan mudah paham.
Selain itu, ia juga melihat kelemahan pada siswa-siswanya yang takut pada nilai, yang kemudian ia carikan solusi dengan setiap kegiatan ia beri penilaian dan reward.
“Intinya kita harus mengajak anak-anak untuk senang dulu saat memulai pelajaran. Sehingga saat mereka sudah nyaman dan senang, mereka juga akan mudah menerima pelajaran sesulit apapun,” pungkasnya. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang