Ajak Orangtua dan Anak Kompak Pilih Jurusan

 

 
MALANG - Perbedaan pilihan seringkali terjadi pada anak dan orangtua ketika memilih sekolah lanjutan. Karena itulah, Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Malang Raya menggelar Edufair 2018. Melalui kegiatan ini diharapkan bisa menjembatani perbedaan informasi yang didapatkan orangtua dan anak, sehingga mereka bisa satu pilihan. 
Penanggung Jawab Edu Fair 2018, Dra. Tinna Suprapti menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan bisa memberikan informasi layanan studi bagi siswa SMA dan SMK yang akan masuk ke perguruan tinggi. 
“Kita ingin dari kegiatan ini, masyarakat tidak hanya siswa, tetapi orangtua mendapat informasi atau mengenali perguruan tinggi yang akan menjadi pilihan anaknya dengan benar,” ujar Tinna kepada Malang Post.
Edufair akan diikuti 47 stan PTN, PTS dan Pendidikan Vokasi akan diselenggarakan, Sabtu (6/1/18), di Jalan K.H Agus Salim, Pendopo Kabupaten Malang. Dikatakan lebih lanjut oleh perempuan yang juga Ketua MGBK Kota Malang ini,  informasi yang akan diberikan kepada siswa dan orangtua mulai dari sistem seleksi untuk masuk perguruan tinggi, penjelasan macam-macam program studi dan prospeknya, tentang biaya kuliah dan biaya hidup serta peluang kerja dari pilihannya.
“Untuk itu kita ingin ada kesepahaman antara anak dengan orangtua saat menentukan pilihannya di perguruan tinggi atau di pendidikan vokasi. Sehingga tidak ada penyesalan atau keterpaksaan dari salah satu pihak di tengah-tengah jalan,” terangnya.
Ia juga tidak menyangkal jika dengan perkembangan informasi saat ini, siswa dan orangtua banyak yang mendapat dasar informasi yang tidak sama. Diuangkapnya, jika siswa bisa berburu informasi melalui medsos, sedang beberapa orangtua tidak menguasai hal itu. Sehingga akan terjadi silang pendapat dalam menentukan pilihan.
“Kita ingin dengan adanya Edufair yang kedua kalinya ini, silang pendapat tersebut bisa dipertemukan. Ada sama-sama kesadaran, baik siswa dan orangtua untuk saling memahami minat dan bakatnya. Karena jika siswa terpaksa masuk dalam jurusan yang dipaksakan akan juga akan berdampak pada psikologis seseorang,” beber Tinna.
Selain itu, ia juga sering menemukan banyaknya pilihan anak yang ingin terjun di dunia seni, namun orangtua ingin anaknya kerja di kantor atau dipaksa menjadi dokter. 
“Dengan begitu kita berharap anak dan orangtua tidak egois dengan kesalahan berpikir yang tidak rasional. Sehingga permasalahan seperti itu juga kita wadahi dalam edufair,” imbuhnya.
Pameran edukasi yang berlangsung mulai pukul 08.00-16.00 WIB, Sabtu (6/1) nanti. Puluhan stan tersebut akan diisi oleh berbagai perguruan tinggi negeri, swasta dan pendidikan profesi. Mulai dari pertanian, dunia fashion, kuliner, kesehatan, hingga penerbangan dan banyak lagi. Selain itu juga ada pendidikan vokasi dari luar negeri seperti Thailand, Belanda, Australia, Malaysia, New Zealand. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :