magista scarpe da calcio Bantu UNBK, Kirim Siswa Bangun Jaringan ke Lima SMP


Bantu UNBK, Kirim Siswa Bangun Jaringan ke Lima SMP

 
MALANG - KETERAMPILAN siswa SMKN 11 Malang tak hanya diuji para gurunya saja, tapi juga di luar sekolah. Salah satunya dengan membantu suksesnya pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang akan dilaksanakan di sejumlah SMP di Kota Malang.
Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) SMKN 11 Malang salah satunya, saat ini telah memberikan kontribusi pada sukses UNBK di Kota Malang. Para siswa di jurusan TKJ telah berkunjung ke beberapa sekolah SMP negeri dalam rangka menyiapkan jaringan untuk ujian online. 
“Untuk jurusan TKJ, siswa kita telah melakukan kunjungan beberapa SMP di Kota Malang dalam rangka membantu persiapan jaringan instalasi laboratorium komputer untuk persiapan UN,” ujar Kepala SMKN 11 Malang Drs. Gunawan Dwiyono S.ST M.Pd kepada Malang Post.
Dijelaskan lebih lanjut, bagi para siswa yang diturunkan dalam membantu persiapan jaringan instalasi di beberapa SMP adalah siswa yang mampu dan memiliki kompetensi, khususnya siswa kelas XI dan XII. Adapun sekolah yang dibantu yakni SMPN 27,  SMPN 22, SMPN 10, SMPN 7 dan SMPN 23. Dengan dua sekolah yang masih belum dikunjungi yaitu SMPN 10 dan SMPN 23.
Menurutnya, program tersebut adalah salah satu pelaksanaan program teaching factory yang dibuat pemerintah.  SMKN 11 Malang dengan sungguh-sungguh mempersiapkan para lulusan dengan pembekalan karakter kewirausahaan (entrepreneurship) dari Direktorat Pembinaan SMK berupa teaching factory. Tak hanya TKJ, siswa di jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) juga bersinergi dengan beberapa industri besar di Indonesia.
Gunawan mengatakan, teaching factory yang telah lama menjadi program dari Direktorat Pembinaan SMK telah diaplikasikan di beberapa jurusan dengan praktik langsung. Tidak hanya di sekolah, namun di luar sekolah. Sedang untuk jurusan RPL diakuinya saat ini sedang menyiapkan sistem informasi sekolah. 
“Bagi jurusan RPL kita juga siap bekerja sama dengan pilot project SMPN 27. Sebab kepala sekolahnya adalah koordinator IT SMP se- Kota Malang. Di mana dalam kerjanya kami akan menyiapkan sistem informasi sekolah berbasis teknologi, mulai dari presensi kehadiran, nilai hingga administrasi keuangan,”terangnya.  
Sementara untuk jurusan TKR, pihaknya sedang memperkuat penguatan pendidikan karakter yang berbasis budaya industri. Hal itu diungkapnya, karena saat ini industri berkembang sangat cepat. Sehingga dalam penerapan seperti masuk bengkel harus memiliki kriteria kerapian tertentu dan harus tertata rapi agar peraralatan yang akan digunakan bisa teridentifikasi dengan cepat.
“Nah budaya industri ini, merupakan program yang akan kita adopsi di semua jurusan. Kita juga sudah menyosialisasikan ke semua guru tentang budaya industri yang dipromotori oleh jurusan TKR,” bebernya. 
Hal itu ditujukan agar para pengajar dan siswanya lebih disiplin dan memiliki kualitas serta sekolah yang harus terus berkembang. Selain itu nantinya juga akan menilai oleh indutri yang bekerja sama dengan sekolah secara berkala. (kerisdianto/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :