Sertifikasi 2018, Disdik Ajukan Kuota 250 Guru


 
MALANG - Dinas Pendidikan Kota Malang (Disdik) mengajukan kuota 250 guru untuk tes sertifikasi tahun ini. Target tersebut diharapkan bisa tercapai, meskipun persyaratan lulus sertifikasi guru makin berat.
Menurut Kasi Fungsional Pendidikan Disdik Kota Malang Drs. Jianto, M.Si, target tersebut tentunya tidak mudah dilalui, pasalnya dalam pola sertifikasi Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) ada syarat yang wajib dilaksanakan.
“Saat ini untuk guru yang sudah tersertifikasi di Kota Malang untuk TK, SD dan SMP sekitar 3.500 guru. Jumlah tersebut sudah termasuk untuk sekolah negeri dan swasta. Dengan angka tersebut kita ingin segera dapat bertambah agar meningkatkan kuantitas dan juga kualitas pengajar,” ujar Jianto kepada Malang Post. 
Dari seluruh guru yang tersertifikasi itu, untuk pendidikan TK sudah 668 guru yang tersertifikasi. Sedang untuk guru SD yang telah tersertifikasi ada 2.412 dan SMP sebanyak 1591 guru. Dari semua itu guru yang telah lulus sertifikasi dalam jabatan melalui jalur penilaian Portofolio dan PLPG.
Diuraikannya, untuk TK guru lulus sertifikasi Portofolio sebanyak 27 PNS dan 26 non PNS, untuk PLPG 97 PNS dan 518 non PNS. Sedang untuk SD Portofolio sebanyak 523 PNS dan 24 non PNS, untuk PLPG 1310 PNS, 544 non PNS dan PPG sebanyak 11 guru non PNS. Serta untuk pendidikan tingkat SMP Portofolio sebanyak 361 PNS dan 12 non PNS, untuk PLPG 761 PNS, 457 non PNS.
Data tersebut, dijelaskannya merupakan jumlah guru tersertifikasi mulai tahun 2006 hingga tahun 2016. Sedang untuk tahun 2017 kemarin, ia mencatat untuk TK ada 90 guru dari 125 yang telah tersertifikasi. Sedang untuk SD ada 180 guru baik negeri maupun swasta yang telah tersertifikasi dan untuk SMP sekitar 1500. 
“Untuk guru tersertifikasi tahun 2017 memang masih proses, itu karena adanya beberpa guru yang pensiun dan meninggal,” ungkapnya.
Sementara itu, ia menambahkan jika tahun ini masih belum ada informasi mengenai diklat PLPG. Namun, ia mengimbau kepada para guru untuk mempersiapkan diri. 
“Kita belum tahu jadwal akan adanya PLPG, yang pasti kami menargetkan sebanyak 250 guru bisa tersertifikasi dengan persyaratan yang sudah ditentukan,” beber Jianto.
Selain itu untuk PLPG tahun 2018 ini masih belum ada perubahan tetapi ada wacana pergantian menjadi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).
“Perubahan itu masih wacana, yang jelas jika memang berganti menjadi PKB untuk syaratnya juga hampir sama seperti PLPG,” pungkasnya. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...