Awal Sukses dari Balikpapan


BALIKPAPAN mengajarkan banyak hal bagi Kepala SMAN 9 Malang Dr. Abdul Tedy M.Pd. Diceritakan oleh laki-laki alumnus Unair Surabaya tahun 1988 ini, jika salah satu cita-citanya adalah menjadi tenaga pengajar yang mencetak siswa-siswa berprestasi. Hal itu memang tidak mengherankan, namun yang bisa menjadi contoh adalah motivasinya dan perjalanannya lulus dalam kelas program bersama sembilan perguruan tinggi. Yang diantaranya UI, ITB, Unair, USU, UHAS dan beberpa perguruan tinggi lainnya.
“Masuk dalam pendidikan guru, saya dulu sekolah tidak bayar dan diberi uang saku atau bisa disebut sekolah ikatan dinas. Sehingga saat lulus saya langsung kerja,” ujar Abdul Tedy kepada Malang Post.
Ia menjelaskan, dengan mengantongi ijazah dari Unair dan Ikip Surabaya, tugas pertamanya saat masih muda adalah sebagai pelajar di SMAN 1 Penajam, Balikpapan. Diingatnya jika saat itu ia menggunakan kapal boat kemudian naik ojek untuk sampai ke sekolah tempatnya mengajar.
“Karena masih muda, apa yang saya kerjakan semuanya saya lalui dengan asik dan senang. Sehingga tidak ada beban dalam setiap langkah yang saya pilih,” terangnya.
Di Kalimantan, ia harus menguasi berbagai materi seperti kimia, olahraga hingga masak memasak (PKK). Pengalaman tersebut menjadi kenangan yang membuatnya bisa seperti saat ini. Bahkan, saat pulang ke Jawa ia juga menyempatkan beli buku membuatkan rangkuman yang kemudian disebarnya di sekolah dalam bentuk buku saku mapel. Sampai-sampai di luar Jawa, rangkuman yang ditulisnya laku keras hingga kerja sama dengan penerbit.
Hingga sekitar tiga tahun mengajar di SMAN 1 Penajam, Balikpapan, ia berencana untuk kembali ke Malang. Namun tidak diperbolehkan begitu saja dan ada syarat yang meski dirapungkan. Saat itulah ia berusaha keras untuk mengajar siswanya agar bisa tembus di salah satu perguruan tinggi yang mentereng. “Dan pada akhirnya salah satu siswanya ada yang tembus di UGM yang secara langsung mengangkat nama sekolahnya. Hal itu membanggakan sekali bagi saya,” kenangnya.
Menginjak Malang, pada tahun 1991-2012 iapun mulai mengajar di SMAN 3 Malang sebagai guru mapel biolagi, kemudian tahun 2012 dimutasi SMAN 7 Malang. Dua tahun berselang pada 2014 ia diangkat menjadi kepala sekolah SD/SMP satu atap Lesanpuro yang sekarang jadi SMPN 27. Pada tahun 2015 hingga sekarang, ia ditarik ke SMAN 9 Malang sebagi Kepala Sekolah. Selain itu, baru empat bulan yang lalu ia juga diangkat sebagai plt Kepala Sekolah di SMAN 7 Malang. Sehingga ia mengepalai dua SMAN di Kota Malang. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...