Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Butuh SDM Berkarakter


MALANG - Perguruan tinggi harus mencetak SDM yang memiliki kompetensi hard skill dan soft skill. Sebab, tantangan ke depan makin berat dan sangat dinamis.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani S.E M.S Ph.D yang hadir dalam puncak perayaan Dies Natalis Universitas Brawijaya ke 55, di Gedung Samantha Krida, Jumat (5/10).
“Saya berharap seluruh civitas akademika mengawal dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan yaitu menciptakan masyarakat yang adil dan makmur, melalui fungsi pendidikan hard skill dan menanamkan soft skill SDM yg memiliki integritas, karakter dan bersinergi baik,” ujarnya.
Kemampuan hard skill, menurutnya sangat diperlukan dengan penciptaan sistem pendidikan yang dapat mempersiapkan SDM untuk memasuki pasar tenaga kerja. Soft skill, lanjutnya, harus dibangun dengan pembentukan karakter, integritas, komunikasi, serta kemampuan untuk bekerja sama atau bersinergi. Dengan demikian, setiap akademisi akan mampu bersinergi dan mampu bersaing di tingkat global yang secara tidak langsung akan memperkuat perekonomian. Apalagi saat ini, dunia dibanjiri dengan banyaknya informasi yang tidak benar. Sehingga ditekankan olehnya, karakter, integritas dan komunikasi adalah fundamental bagi setiap zaman.
Hard skill dan soft skill SDM Indonesia sangat diperlukan, karena diakuinya saat ini negara ini masih menghadapi tantangan berat dalam hal pemberantasan korupsi. Dijelaskan lebih lanjut,  berdasarkan penilaian Corruption Perception Index (CPI) dari Transparency International (2016), ada tren perbaikan namun skor Indonesia masih terhitung rendah yakni 37 dari skala 1-100 (0 berarti sangat korup dan 100 berarti sangat bersih). Indonesia menempati peringkat 90 dari 176 negara yang dinilai.
“Saya berharap Universitas Brawijaya turut menjaga agar integritas SDM yang dididiknya dapat membantu Indonesia menjadi negara yang lebih bersih. Karena dari hal tersebut (korupsi,Red) selain menurunkan martabat bangsa, juga akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Misalnya melalui kebocoran anggaran,” tegas mantan Managing Director of the World Bank ini.
Ia juga berpesan, agar UB yang dinilainya baik dan megah tersebut menjadi aset kebanggaan Indonesia. Sehingga UB dapat berpartisipasi membangun pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Selain memberi orasi ilmiah, Sri Mulyani menyempatkan berkunjung ke Rumah Layanan Disabilitas UB yang diresmikan.
Sementara Rektor UB, Prof Dr M Bisri juga disampaikan berbagai capaian universitas selama 2017.  Acara  juga dimeriahkan dengan penampilan orkestra UB Purnama Caraka dan penampilan penyanyi Trie Utami. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :