Siap Belajar, Kampanyekan anti malas


Malang Post, MEMASUKI semester genap, SMA Islam Sabililah mengampanyekan siap belajar dan anti malas, kegiatan kampanye ini didukung dengan kegiatan karakter yang langsung dibimbing oleh para ahli. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa siap belajar di semester genap.
Setelah menikmati liburan semester ganjil, rasa malas belajar bisa jadi menyerang siswa. SMA Islam Sabilillah tak mau membiarkan hal itu terjadi. Karena itu, di awal semester ini ada materi khusus yang diberikan kepada siswa dalam kegiatan Masa Orientasi Karakter (MOK) SMAIS. Sejumlah tokoh didatangkan ke sekolah agar bisa memotivasi siswa. Salah satunya adalah menghadirkan tokoh muda yang berprestasi dan merupakan seorang motivator.
Untuk kegiatan persiapan belajar ini, panitia MOK menggandeng motivator muda dengan banyak prestasi.“Kami sengaja mendatangkan motivator di hari pertama sekolah karena kami ingin siswa benar- benar siap untuk mengikuti pelajaran di minggu kedua,” kata Agus Budiono, Waka Kesiswaan SMA Islam Sabilillah Malang.
Dr. Mufarrihul Hazin, S.Pd, M.Pd dalam paparannya menuturkan, semua orang punya kesempatan menjadi orang sukses. Sebab, semua memiliki peluang yang sama. Hanya saja, kata dia, setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda. Sementara Ust. Choirul Anam mengingatkan bahaya pergaulan bebas terutama bagaimana bahaya pornografi yang makin mudah diakses di era teknologi.
Motivasi yang diberikan benar- benar mengena pada siswa. Seperti diungkapkan Abelia, siswa kelas XI IPA 2. Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan di hari pertama masuk sekolah tersebut mampu memompa semangat belajaranya. Tim karakter sengaja mendatangkan tokoh motivator yang bisa menjadi contoh para siswa, sehingga para siswa langsung termotivasi untuk mencotohnya.
“Kegiatannya benar-benar bisa membantu bersemangat masuk sekolah lagi. Saya juga termotivasi untuk bisa mencontoh pematerinya, masih umur 26 tapi sudah selesai kuliah S-3,” ujar Abelia.
Tak hanya masalah pembelajaran, siswa SMA yang notabennya pergaulannya sudah mulai luas, dari tim karakter SMA Islam Sabilillah sudah mulai mengantisipasi dengan mendatangkan seorang kiai. Pada kegiatan ini, anak – anak dibuka matanya tentang pergaulan bebas yang disandingkan dengan agama.
“Penyadaran siswa kali ini sengaja dengan persuasif karena melihat karakteristik dari siswa SMA zaman sekarang,” kata Agus.
Kegiatan dimulai dengan siswa diajak untuk membuka pikiran dan diri untuk siap belajar, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan leadership dan kegiatan yang ditujukan untuk siap berada di tengah masyarakat dengan permasalahan yang komplek.
Menurut Agus, kegiatan ini MOKS ini diharapkan mampu menyemangati siswa dari segi pembelajaran dan non akademiknya.
“Jadi setelah kegiatan ini siswa sudah siap secara jasmani dan rohani ketika belajar di sekolah,” ungkapnya. (lailatul rosida/sir)

Berita Terkait

Berita Lainnya :