Mengenal Kepala SMAN 10 Malang Dr. Husnul Chotimah


Malang Post, MUTASI di pertengahan semester, tentu menjadi hal berat bagi seorang kepala sekolah. Mengingat beberapa bulan ke depan, ada tugas penting yang harus diemban. Yakni menyukseskan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) bagi siswa kelas XII. Hal ini pula yang tengah dirasakan Kepala SMAN 10 Malang, Dr Husnul Chotimah, M.Pd. Pada Jumat, (5/1/18), ia dimutasi dari SMKN 13 Malang ke SMAN 10.
Sosok Husnul memang bukan baru di dunia pendidikan Kota Malang. Ia lama menjabat kepala di SMKN 13. Sebelumnya, wanita asli Madura itu juga pernah menjadi kepala SD dan SMP di Kota Malang. Karena itu, mutasinya ke SMAN 10 tak menjadi rintangan baginya untuk bisa mengantarkan siswa sukses UN. Apalagi, Husnul juga berpengalaman dalam menggembleng SDM guru.
Hal itu ditegaskan Husnul karena guru adalah orang yang paling bertanggung jawab mendidik siswa, dan siswa adalah cerminan masa depan bangsa. Sehingga ia ingin para guru mendidik calon-calon pemimpin bangsa yang cerdas, berkarakter dan berprestasi.
“Jadi dengan karakter sekolah yang berbeda, yang terpenting saat ini saya harus menyesuaikan diri dengan visi dan misi sekolah. Sehingga apa yang menjadi program di semester genap ini akan searah dengan visi dan misi SMAN 10 Malang,” tegasnya.
Jika tidak ada perubahan, UN SMA tahun ini akan dilaksanakan April. Artinya, ada waktu tiga bulan bagi Husnul untuk menyiapkan program dan mengantarkan siswa sukses UN. Dikatakan oleh Kepala Sekolah yang pernah menyabet juara II kepala sekolah berprestasi tingkat nasional ini, dirinya harus meraba terlebih dahulu di tempat sekolah yang akan dipimpinnya.
“Untuk menghadapi semester genap, tentu akan ada prioritas program yang akan saya terapkan. Tetapi tidak dalam waktu dekat ini,” ujar Husnul kepada Malang Post.
Ia menjabarkan lebih lanjut, prioritas yang akan dijalankan dalam programnya harus berdasarkan apa yang akan dipelajarinya dari lingkungan SMAN 10 yang baru dikepalainya, SDM yang dimiliki, Siswa-siswi hingga lingkungan sekitar. Yang diungkapnya membutuhkan waktu sekitar 100 hari untuk mulai menyusun program.
“Dari pemetaan tadi, yang kira-kira membutuhkan waktu 100 hari baru saya berani menyusun dan memilih prioritas program. Karena berbeda dengan SMK, di mana yang utama hard skill dan soft skill yang harus dimiliki siswa untuk sebelum terjun ke dunia kerja,” beber alumni doktoral biologi UM ini.
Motivasi kepada siswa menurutnya juga sangat penting sebagai langkah menyambut UN. Sehingga siswa benar-benar siap dan semangat menjalani UN. Apalagi, tahun ini, UN Berbasis Komputer (UNBK) akan kembali digelar. Kesiapan dan semangat siswa menjadi hal penting yang harus disiapkan.
Husnul juga mengungkapkan, dirinya juga akan mempelajari lagi kurikulum yang telah mengalami perubahan. Sehingga dalam memimpin salah satu sekolah favorit di Kota Malang tersebut, tidak hanya mencetak lulusan berkualitas dan berprestasi. Juga meningkatkan tenaga pendidik yang berkualitas dan berprestasi. (kerisdianto/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...