magista scarpe da calcio Guru BK Antisipasi Siswa Salah Jurusan


Guru BK Antisipasi Siswa Salah Jurusan


MALANG - Agar siswanya tak salah pilih jurusan di perguruan tinggi, guru Bimbingan Konseling  (BK) melakukan bimbingan maksimal. Selain melalui Edufair yang diselenggarakan Musyawarah Guru BK (MGBK) kemarin,  disetiap sekolah juga memberikan kegiatan lainnya. Seperti layanan bimbingan klasikal maupun bimbingan konseling kelompok serta kegiatan dialog dengan orangtua siswa kelas XII tentang Ujian Nasional (UN), bidikmisi dan banyak lagi. Sedang untuk program di PTN/PTS juga diberikan penjelasan ke semua walimurid, khusunya kelas XII saat undangan pengambilan rapor semester gasal.
“Untuk program bimbingan klasikal, guru BK memresentasikan  di kelas dengan metode diskusi atau tanya jawab dan ceramah,” ungkap Ketua MGBK Malang Raya Dra Tina Suprapti.
Sementara bimbingan konseling kelompok dilaksanakan di suatu ruang tempat yang ditentukan dengan anggota kelompok antara 8-15 siswa. Dalam pelaksanaanya bimbingan dan konseling sesuai kebutuhan siswa, tinggal program di sekolah masing-masing.
“Yang hanya beda waktu dan frekuensi kebutuhannya,” ungkapnya.
Sementara itu pada kegiatan Edufair Sabtu (6/1), siswa Malang raya antusias mulai menyerbu dan berjubel ke 50 stand Edufair 2018.
Ketua Panitia Edufair 2018, Drs. Widjayadi mengatakan jika acara yang digelar untuk kedua kalinya tersebut berjalan dengan sukses. Pasalnya jumlah siswa SMA/ SMK/MA yang menghadiri Edufair 2018 tercatat sebanyak 5.767 siswa.
 “MGBK Malang Raya berkeingan dengan adanya Edufair 2018, bisa menyelesaikan permasalahan dan perbedaan yang dialami anak dengan orangtuanya saat memilih melanjutkan sekolah di perguruan tinggi,” ungkapnya.
Selain itu, kegiatan Edufair juga menjadi ajang silaturahmi sesama guru BK seluruh Malang Raya. Dengan total guru BK untuk Kota Malang sebanyak sekitar 90 guru dan 20 Guru yang berasal dari Kabupaten Malang. Widjayadi juga mengungkapkan, jika saat ini rata-sata guru BK di setiap sekolah ada empat. Sehingga, dengan adanya Edufair ini siswa bisa mengakses lebih banyak informasi, karena diungkapnya guru BK juga mempunyai keterbatasan dalam memberikan bimbingan karir.
Sementara itu, salah satu siswi asal MAN 2 Kota Malang, Wahdah Dhiyaul Akrimah (16) sangat senang dengan digelarnya Edufair.
“Ada banyak pengetahuan dan infromasi yang yang saya dapat. Karena kita belum tahu, ternyata ada banyak jurusan yang ditawarkan di perguruan tinggi. Hal itu sangat bermanfaat sekali,” tegas siswi klas XII IPA 1 ini. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top