Unisma Sebar Mahasiswa ke 27 Desa di Jatim

MALANG –  Sebanyak 913 mahasiswa Semester 7 Universitas Islam Malang (Unisma) antusias berangkat Kuliah Kerja Nyata (KKN), kemarin. Mereka diberangkatkan dengan harapan bisa membantu masyarakat untuk pemberdayaan desa. Mahasiswa akan disebar di desa-desa yang ada di Jawa Timur. Yakni  22 Desa di Kabupaten Malang, 4 desa di Kabupaten Blitar, dan 1 desa di Kabupaten Pasuruan. 
Wakil Rektor 1 Unisma, Prof. Dr. Junaidi Mistar, P.hd mengatakan, sebelum diberangkatkan, mereka sudah dibekali untuk ikut memberdayakan desa nantinya. Ia mengatakan, pembagian kelompok ini acak.
 “Acak dalam artian, ada yang sudah menjadi desa binaan kita, ada yang masih dari nol memberdayakan desa,” katanya.
Junaidi mengatakan, bagi mereka yang bertugas di desa binaan Unisma, mereka hanya mengawasi dan melanjutkan program. Walaupun, kata dia, mereka hanya melanjutkan namun mereka harus tetap berkomitmen untuk bisa menjdi pengawas yang baik. 
“Justru memang tanggung jawab mereka adalah untuk mengawasi agar desa binaan itu tetap terbina dengan baik. Agar desa tersebut jangan sampai menurun kualitas binaannya,” kata Junaidi.
Junaidi melanjutkan, program desa binaan Unisma tersebar di 22 Kabupaten Malang. Ia mengungkapkan, program desa binaan itu merupakan perpaduan antara program Kementerian Sosial (Kemensos) dengan pemerintah daerah (pemda) setempat berupa bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu).
“Kemensos sudah memberi bantuan sebesar Rp 450 juta untuk rutilahu. Satu rumah dibantu sebesar Rp 15 juta. Akan ada koordinasi dengan pemda untuk penerima sesuai aturan Kemensos,” tuturnya.
Untuk mahasiswa yang memulai dari nol, mereka sudah dibekali apa saja yang nantinya akan dilakukan di sana. Mereka harus bisa menjadi pembimbing desa yang baik. 
“Mahasiswa akan melakukan penyuluhan, dan membuat rencana program-program untuk membuat desa baru yang mereka masuki agar menjadi desa semakin berkembang,” terang dia.
Salah satu mahasiswa peserta KKN, Yuli Prasetyawati bertugas di Desa Tutur Kabupaten Pasuruan mengaku, ia dan kelompoknya sudah menyiapkan program dan rencana nantinya untuk direalisasikan membina desa. Ia akan membuat program-program perencanaan berkaitan dengan peternakan.
“Kami akan mengembangkan peternakan sesuai dengan kebutuhan warga. Yang jelas, hari pertama nanti kami akan mempelajari kemudian, program secara spesifik akan kami lakukan,” terang dia.
Program KKN akan dilakukan selama satu bulan. Ketika kembali ke kampus, mahasiswa akan melakukan evaluasi terkait dengan hasil program yang berhasil mereka capai selama di desa. (sin/adv/oci)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :