Berkualitas, Lulusan Dibekali Sertifikasi Jerman dan Amerika


SEJAK 2005 lalu, SMKN 8 Malang menerapkan budaya pembelajaran yang baru. Sekolah yang berada di lokasi Jalan Teluk Pacitan, Kecamatan Blimbing ini menerapkan standar pendidikan seperti negara barat. Seperti apa pelaksanaannya?
Jerman dikenal sukses dengan pendidikan vokasinya. SMKN 8 Malang pun mulai mengadopsi model pembelajaran negara tersebut untuk diterapkan di sekolah. Seperti jam belajar siswa yang dimaksimalkan selama lima hari sejak pagi hingga sore hari.
Waka Kurikulum SMKN 8 Malang, Yoyok Prasetya M.Pd mengatakan sejak tahun 2005 sudah menerapkan budaya belajar sehari. Melalui model ini diharapkan agar para siswa betah dan bisa bertahan nantinya dalam industri kerja yang semakin kompetitif dan berdaya saing tinggi dalam mencari tenaga ahli.
“Proses tersebut memang sudah dilakukan oleh pihak sekolah sejak lama dengan tidak mengurangi struktur kurikulum, sehingga sangat bermanfaat bagi siswa,” ujar Yoyok kepada Malang Post.
Berada di lokasi Jalan Teluk Pacitan, Kecamatan Blimbing yang berdekatan dengan VEDC Arjosari, membuat SMKN 8 Malang tidak hanya melakukan kerja sama untuk mencetak siswa yang berkarakter dan berkualitas pada hard skill dan soft skill. Sekolah vokasi ini juga mengungulkan sertifikasi yang dilakukan kerja sama dengan luar negeri seperti Jerman dan Amerika.
Dijelaskan oleh Yoyok, jika tiga jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Mekanika dan Elektronik serta Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) yang dibuka telah melakukan kerja sama dengan lembaga sertifikasi luar negeri. Yang nantinya lulusan dari SMKN 8 Malang memiliki kompetensi tinggi, mampu bersaing di pasar tenaga kerja nasional dan internasional.
Dari tiga program jurusan yang dimiliki, pada jurusan Mekanika dan Elektronik dipapaprkannya, seperti praktek CAN dan PLC Robotik pihaknya bekerjasama dengan VEDC. Sehingga dari sisi praktik para siswanya akan mendapatkan fasilitas yang sudah digunakan dalam praktik dunia industri.
Ia membeberkan lebih lanjut, jurusan TKJ, RPL dan Mekatronika masing masing telah menggandeng lembaga internasional untuk sertifikasi. Hal tersebut merupakan upaya sekolah agar anak-anak tidak hanya dibekali ketrampilan saja. Karena saat ini dalam dunia usaha dan industri salah satu yang menjadi acuan dan penunjang adalah sertifikasi internasional.
Untuk sertifikasi khusus yaitu Cisco dari Amerika untuk TKJ, Festo dari Jerman untuk Mekatronika dan Oracle yang juga dari Amerika untuk RPL.
“Selain itu, mereka para siswa akan diuji kompetensinya dari asesor yang tersertifikasi tersebut,” tegasnya.
Begitu juga dengan lembaga, SMKN 8 telah tersertifikasi ISO sejak 2006 menggunakan SAI Global. Sehingga sekolah di bidang teknologi ini, tata pengelolaan dokumen administrasi dan menejamen lembaganya telah tersertifikasi. (kerisdianto/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :