USBN SD Tetap Tiga Mata Pelajaran


MALANG - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan, ujian sekolah berbasis nasional (USBN) sekolah dasar (SD) tahun ajaran 2017/2018 tetap mengujikan tiga mata pelajaran (mapel). Artinya, gagasan untuk mengujikan delapan mapel pada USBN SD belum bisa diterapkan tahun ini.
Keputusan tersebut mendapat respon positif Kepala MIN Malang 1 Drs Suyanto, M.Pd. Sebab, jika diterapkan tahun ini, sekolah belum siap.
“Penundaan itu lebih bagus, karena di lapangan belum siap. Kisi-kisi juga belum ada,” ungkapnya ketika dihubungi Malang Post melalui ponselnya.
Diakuinya, isu USBN SD delapan mapel memang sempat membuat orangtua siswa bertanya-tanya. Sementara sekolah juga belum mendapatkan kabar resmi soal hal itu. Meski demikian, pihaknya sempat membahas bersama para guru langkah yang dilakukan jika benar-benar diterapkan USBN SD delapan mapel.
“Para guru juga sudah berdiskusi mengenai langkah yang akan diambil jika benar USBN diterapkan delapan mapel,” tuturnya.
MIN Malang 1, lanjutnya, memang sudah mengagendakan 12 langkah menuju USBN. Sejak semester satu sudah ada program yang diberlakukan bagi siswa kelas VI. Ada tambahan jam sore dua kali seminggu, pemberian buku saku berisi materi intensif kelas 4, 5 dan 6. Selain itu, akan ada kegiatan motivasi bagi siswa untuk meraih prestasi.
“Kami menyiapkan siswa sampai detik-detik jelang pelaksanaan USBN,” tegasnya.
Sementara Kepala Bidang Puspendik Kemendikbud Giri Sarana Hamiseno juga mengatakan, USBN SD akan kembali pada kebijakan lama dengan hanya mengujikan tiga mapel saja. Yaitu mapel Matematika, Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Meski begitu, dia memastikan, akan tetap ada soal isian pendek pada USBN tahun ini.
"Bobot setiap butir soal isian sama dengan soal pilihan ganda. Jumlah soal isian ada empat soal, dan pilihan ganda 36 soal," kata Giri diberitakan ROL.
Sebelumnya, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengusulkan untuk mengganti ujian sekolah (US) menjadi USBN pada tahun 2018. Rencananya USBN ini akan diterapkan pada tahun ajaran 2017/2018 dengan mengujikan sebanyak delapan mapel. Yaitu, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, PKn, Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), juga Agama.
Adapun khusus untuk siswa yang belajar berbasis kurikulum 2006, pelajaran seni budaya dan prakarya namanya adalah seni budaya dan keterampilan. (oci)

Berita Lainnya :

loading...