Wadah Siswa Kenali Budaya, Sukses Telurkan Prestasi


Malang Post, Kalau ingin mencari siswa berbakat dalam bidang seni, SMPN 4 adalah gudangnya. Di sekolah ini, ada wadah bernama Pendidikan dan Pengembangan Seni Tradisi (PPST). Di sini, siswa tidak hanya diajarkan berkesenian saja, tetapi juga meraih prestasi lewat seni.
Ada berbagai cara dalam melestarikan kesenian dan tradisi budaya, salah satunya adalah melalui pendidikan. Itulah yang telah dilakukan oleh SMPN 4 Malang melalui program PPST. Yang mana dalam program tersebut berbagai karya dan kesenian khususnya Malangan dan Jawa Timuran diajarkan pada siswa-siswi sejak kelas VII.
Ketua Koordinator PPST SMPN 4 Malang, Licin Wijaya, S.Pd menjelaskan bahwa program pendidikan dan pengembangan seni tradisi adalah salah satu pondasi penting bagi generasi muda di era ini. Itu agar generasi muda tidak saja mengenal budayanya, namun juga mewarisi peninggalan seni dan tradisi dari nenek moyangnya.
“Program PPST yang berjalan hampir 13 tahun ini terbukti menjadi ciri khas dalam pendidikan seni dan tradisi di sekolah kami. Selain para anggota akan mempelajari berbagai seni dan tradisi di berbagai bidang, mereka juga bisa meraih prestasi,” bebernya.
Prestasi yang telah diraih oleh PPST SMPN 4 Malang memang cukup banyak. Pada tahun 2015 hingga 2017 apresiasi seni pelajar dalam bentuk lomba seni pertunjukan yang bernuansa tradisi telah meraih juara satu berturut-turut tingkat provinsi. Tak tanggung-tanggung, peserta yang ikut terdiri dari 32 kota/kabupaten se Jawa Timur  yang diadakan setiap tahunnya.
Beberapa bidang seni yang diajarkan dalam PPST diantaranya drama, musik tradisi dan tari. Selain itu, untuk tenaga pengajar tidak hanya dalam lembaga internal saja, melainkan mengundang pengajar dari luar yang ahli di bidangnya. Dengan begitu siswa yang ikut dan belajar dlam PPST bisa mendapat hasil maksimal.
Untuk siswa yang mengikuti program PPST, pihak sekolah melakukan penyeringan dari siswa yang baru masuk ajaran baru. Nantinya para siswa tersebut akan menunjukkan bakat dan kemampuan yang dimiliki di depan para penguji. Hingga pada akhirnya akan terpilih satu kelas siswa yang akan mewakili SMPN 4 dalam berbagai ajang seni dan tradisi. Tak hanya itu, setiap tahunnya, mereka juga diberi wadah untuk melakukan pementasan di sekolah.
Licin juga mengatakan jika pendidikan seni tradisi tersebut dibawahi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur. Sehingga lembaga pendidikan turut andil dalam mencetak karakter anak didiknya dan menghayati seni budaya yang sangat beragam. Ia menambahkan, siswa yang ikut dalam PPST adalah yang memiliki bakat dan ingin mengembangkannya lebih lanjut.
“Mereka juga bisa melanjutkan ke perguruan tinggi seperti seperti di UM dengan masuk Program Studi Pendidikan Seni Tari dan ISI Yogya. Di perguruan tinggi tersebut mereka akan mempelajari lebih dalam lagi,” pungkasnya. (keris/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...