Seleksi Dosen Baru dengan Penelitian

 
MALANG - UIN Maliki Malang tengah melakukan seleksi calon dosen tetap bukan PNS (DTB-PNS). Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag menegaskan, tugas dosen muda tak hanya harus aktif mengajar tetapi juga meneliti.
“Semua calon dosen ini harus diberi jam mengajar yang akan dimulai akhir Januari ini, semua harus mendapat 12 SKS,” tegasnya saat memberikan pengarahan kepada 123 DTB-PNS, Rabu (10/1) dirilis Humas UIN.
Tidak hanya itu, lanjutnya, setiap dosen diwajibkan aktif menulis karya ilmiah dan melakukan riset serta melakukan pengabdian kepada masyarakat. 
“Dalam rentan waktu satu semester para dosen baru ini akan dilakukan uji coba dan nantinya akan dinilai apakah sesuai atau tidak menjadi pendidik,” tegasnya.
Masa uji coba ini akan dibagi menjadi dua bagian, yaitu untuk membuat tulisan ilmiah diberi 3 SKS dan 3 SKS lagi untuk riset. Diharapkan dalam pertemuan kali ini para dosen bisa memahami tugasnya masing-masing. Sehingga tidak ada kerancuan dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik. 
“Bagi dosen yang mampu menulis buku atau kitab dalam rentan waktu satu semester maka akan memberikan nilai positif terhadap akademik kampus ulul albab,” paparnya.
Ditegaskannya, ketentuan itu tentunya untuk mendorong para dosen muda di UIN Malang ini agar makin produktif. Tentunya aktif produktif di bidang keilmuannya masing-masing. 
“Syukur-syukur bisa menulis karya ilmiah di jurnal berindeks Scopus,” imbuhnya.
Selanjutnya, seluruh DTB-PNS baru harus memenuhi persyaratan administrasi yang ditentukan pihak kampus. Mereka diberi tenggat waktu hingga 22 Januari ini,” pungkasnya. (oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :