Ajari Siswa Baca Alquran, Gandeng Madin dan Datangkan Hafiz

 
SEJAK setahun terakhir, SMPN 13 Malang memiliki program baru. Yakni Baca Tulis Quran (BTQ). Kegiatan ini wajib bagi siswa kelas VII. Untuk memaksimalkan program, sekolah menggandeng madrasah diniyah dan juga mendatangkan para penghafal Alquran.
Banyak cara yang dilakukan oleh lembaga pendidikan untuk meningkatkan dan menguatkan karakter anak agar memiliki kedisplinan dan memiliki perilaku yang baik. SMPN 13 Malang mewajibkan siswa kelas VII untuk bisa bacar Alquran melalui program BTQ.
Kepala Sekolah H. Mokhamamad Syaroni, S.Pd., MKPd menjelaskan, kegiatan ekstra kurikuler wajib BTQ bagi siswa kelas VII yang baru masuk dikarenakan karakter siswa yang baru mengenyam pendidikan menengah pertama perlu diterapkan sikap yang disiplin. Selain itu, dari hasil evaluasi guru, banyak anak yang masih belum bisa baca quran.
“Ekstra BTQ yang baru berjalan satu tahun ini adalah program baru. Selain itu merupakan salah satu dalam standar kelulusan. Sehingga anak-anak harus mampu melaksanakan kompetensi sesuai ajaran agamanya,” ujar Mokhamamad Syaroni kepada Malang Post.
Dengan memberikan tambahan ajaran agama di luar jam kelas, pihaknya ingin siswa-siswanya bisa lebih paham ajaran agama dan mengamalkannya. 
“Apalagi memelajari kitab suci merupakan salah satu hal mendasar bagi seorang,” imbuhnya.
Dalam menjalankan program tersebut, SMPN 13 Malang bekerja sama dengan Madrasah Diniyah, yang dilakukan setiap satu minggu sekali di hari Jumat. Begitu juga untuk pengajarnya, dibina oleh hafiz Quran selama satu jam.
“Sebenarnya, waktu tersebut sangat kurang. Namun dengan tujuh pengajar dari luar dan dua dari sekolah, kita berharap bisa maksimal. Apa yang telah kita terapkan ini terbukti hasilnya dengan adanya perubahan perilaku anak-anak,” bebernya.
Mokhamamad Syaroni mengatakan, output dari perubahan perilaku didapatnya dari laporan guru. Selain itu ada laporan yang tertulis dari pengelompokan tiga kelas BTQ yang diantaranya kelas yang terdiri dari siswa lancar membaca Alquran, golongan yang sedang dan yang tidak bisa yang diajari mulai dasar. 
Untuk penilaian, berdasarkan pengelompokan per jilid, cara belajar membaca Al Quran metode UMMI. Metode ini diajarkan guru-guru dengan kemampuan mengajar yang teruji.
“Penerapkan metode ini artinya anak-anak dilatih dari tingkat awal hingga tajwidnya, untuk kemudian dievaluasi. Tak hanya itu, setiap pulang sekolah seluruh siswa juga akan dipandu salah satu temannya dengan membaca surat pendek dan melakukan salat Ashar dan Dzuhur berjamaah,” bebernya.
Selama proses BTQ yang berlangsung satu tahun, siswa-siswa kelas VII yang potensial juga diikutkan lomba di luar sekolah. Sehingga mereka bisa mendapat manfaat dan berpeluang meraih prestasi. Baik dalam potensi akademik dan non akademik. (keris/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :