Kembangkan Riset di Kebun Alquran


 
MALANG – Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Malang megembangkan penelitian dari tanaman-tanaman yang disebut dalam Alquran. Fakultas yang didirikan pada 27 Maret 1981 ini memiliki berbagai keunggulan dengan adanya kebun Al-Quran sebagai tempat melakukan aktifitas penelitiannya.
Melalui kebun yang dikenal dengan sebutan Kebun Axilar ini, prodi Biologi mengembangkan riset tumbuhan yang berasal dari Timur Tengah. Tanaman-tanaman tersebut diantaranya tanaman tin dan zaitun (Olea europeae) telah disebutkan dalam surat At-Tin (95): 1, An-Nahl (16): 10-11, tanaman alfafa (Medicago sativa) dalam surat An-Naba (78):16, serta tak lupa tanaman pisang pada surat Al-Waaqi’ah (56):28-33.
“Prodi Biologi concern pada pengembangan tanaman-tanaman yang ada dalam Alquran. Karena pada tanaman tersebut ada banyak yang bisa dimanfaatkan dan kebaikannya,” ujar Ir. Hj Tintrim Rahayu, M.Si kepada Malang Post.
Tintrim menjelaskan, tanaman-tanaman tersebut merupakan objek dari praktikum dalam mata kuliah. 
“Dari parktik dengan objek tanaman yang ada kita jadikan produk yang bermanfaat seperti teh zaitun dan banyak lagi,” terangnya.
Riset teh dari daun zaitun yang dilakukan sejak tahun 2014, lanjutnya, melalui proses yang cukup panjang. Menurutnya, perlu jangka waktu 15 tahun untuk memanfaatkan buahnya. Sehingga pihaknya berinisiatif untuk melakukan pada daunnya. Selain itu, Fakultas MIPA juga akan mengembangkan herbarium dan sarana pembelajaran flora berupa awetan kering tumbuhan yang dibuat dengan konsep oshibana.
“Kami juga berinovasi mengembangkan herbalium dengan mengadopsi cara oshibama dari Jepang. Alasan kita menggunakan tersebut, karena tanaman yang dikeringkan warnanya akan masih tetap sama. Sehingga karya yang didapat sangat berkualitas,” ungkapnya.
Selain aktif dalam riset, kebun Alquran FMIPA Unisma tersebut, aktif membangun jiwa entrepreneur mahasiswa dengan memberikan kesempatan pada tiap mahasiswa untuk melakukan penjualan tanaman tin dan zaitun dan hasil produk teh zaitun. Begitu juga dengan hasil  seni merangkai atau menghias dengan bunga atau dedaunan yang dikeringkan dengan cara ditekan atau yang disebut dengan oshibama.
Untuk memasarkan hasil dari produk riset, dalam setiap even seminar yang diadakan FMIPA Unisma selalau aktif ikut melakukan pameran tanaman-tanaman yang dihasilkan dari riset kebun Alquran. 
“Jadi kita ingin membuat mahasiswa kita tidak saja berpegang pada Ahlussunnah wal Jama'ah, tetapi memiliki jiwa pengusaha dari hasil produk yang bermanfaat,” ucapnya.
Ke depannya pihaknya juga menargetkan untuk menambah program studi Matematika Komputasi pada tahun 2018 dan beberapa prodi lainnya seperti Kimia dan Fisika. Untuk itu harus dipersiapkan pembangunan gedung untuk laboratorium sebagai fasilitas pendukung. (eri/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :