Seperti Anak Sendiri, Kalau Bandel Dimarahi

 
MALANG – Tahun ini, SMAN 8 Malang dipercaya untuk membina dua orang siswa  Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dari Jayapura. Program ini merupakan suatu bentuk kepedulian pemerintah dalam memberikan kesempatan kepada putra-putri Papua dan Papua Barat untuk menempuh pendidikan dan mengoptimalkan kemampuannya bersaing dengan siswa lain di enam Provinsi di Indonesia.
Iswaning Rahayu, M.Pd, salah satu guru SMAN 8 mendapatkan kesempatan untuk membimbing siswa Afirmasi dan menjemput 148 siswa dari Papua pada tanggal 8 Juli lalu, yang akan disebar di sekolah di Jawa Timur. SMAN 8 Malang sendiri tahun ini mendapat jatah dua siswa asal Jayapura bernama Yohana Sawai dan Berlian Marta Ayomi.
“Selain membimbing, saya juga menjadi orang tua asuh mereka selama di sini. Saya perlakukan mereka seperti anak sendiri, kalau mereka bandel, akan saya marahi juga,” ujarnya.
Di tahun kelima menjadi sekolah yang ditunjuk untuk membina siswa afirmasi, sekaligus menjadi tahun kelima pula Iswaning menjadi orang tua asuh mereka selama di Malang. Dia kerap mendapatkan telepon dari orang tua siswa yang mempercayakan anak mereka di sini.
”Dengan tinggal bersama, saya dapat lebih bisa menjaga dan membimbing mereka. Namun tentu tidak lepas dari peran guru di sekolah yang selalu menginformasikan perkembangan akademik mereka dan saran untuk pembinaan,” ujarnya. 
Selain akademik, Iswaning juga tak lupa menyisipkan pendidikan karakter melalui kerja saam dengan lingkungan dan guru di sekolah. Teman-teman di kelas yang mayoritas berasal dari kota Malang, tidak pernah bersikap membedakan sehingga siswa ADEM memiliki kesempatan yang luas untuk bersosialisasi.
”Untuk mematangkan karakter, sejak Senin lalu siswa mendapatkan pelatihan di Rindam v/Brawijaya, Malang, untuk menguatkan kedisiplinan, wawasan nusantara dan pancasilanya. Hari ini akan kami bawa pulang sehingga Senin bisa mengikuti kegiatan pengenalan sekolah,” urainya.
Selain Jawa Timur sendiri program afirmasi dilaksanakan di lima provinsi lain yakni Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, dan Jogjakarta. Sedangkan Malang menjadi salah satu kota di Jawa Timur bersama dengan Jember, Pasuruan, Blitar, Nganjuk, Kediri, Madiun, Batu dan Kabupaten Malang. Untuk Kota Malang sendiri, selain SMAN 8 ada pula SMAN 3, 4, 5, 6, 7, dan 9 Malang.
”Jumlah siswanya tergantung pada permintaan sekolah dan kuota siswa yang ada. Pembagiannya ditentukan oleh koordinator,: ujarnya.
Selama lima tahun terakhir, SMAN 8 Malang membina total 14 siswa ADEM. Tujuuh siswa yang telah lulus semua diterima di perguruan tinggi melalui program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK). Sebagai pembimbing, Iswaning berharap dapat membantu siswa maksimal belajar dan berkarakter mulia.
”Sehingga ketika nanti mereka pulang, mereka bisa membangun Papua sesuai dengan cita-cita mereka,” harapnya.  (mg19/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :