Tangkap Tren, Lahirkan Siswa yang Pandai Cari Uang


JURUSAN Tata Kecantikan, Tata Boga dan Tata Busana di SMKN 3 Malang tak hanya mencetak siswa terampil, tetapi juga calon entrepreneur. Betapa tidak, tak sedikit siswa dari tiga jurusan itu yang sudah bisa menghasilkan uang sendiri saat masih duduk di bangku sekolah.
Semakin menantangnya dunia kerja industri membuat sekolah-sekolah vokasi di Kota Malang terus melakukan berbagai program dan inovasi, sehingga para lulusan yang dicetak bisa terserap dan mampu bersaing di dunia kerja. Hal itulah yang ditangkap oleh SMKN 3 Malang dengan mengembangkan teaching factory pada lima jurusan yang dimiliki.
Waka Kurikulum SMKN 3 Tholi'ah M.Pd saat ini pihaknya terus melakukan berbagai inovasi dengan persaingan yang semakin ketat dalam dunia kerja. Salah satunya di jurusan yang pada tahun lalu memiliki banyak peminat, yaitu jurusan Tata Kecantikan di urutan pertama, Tata Boga dan jurusan Tata Busana.
Tholi'ah menjelaskan banyaknya peminat di tiga jurusan itu dikarenakan fasilitas, skema dan pasar tenaga ahli yang saat ini banyak dibutuhkan dan dunia kewirausahaan yang terbuka lebar.
“Pada tahun 2017 lalu, untuk Tata Kecantikan kita tidak bisa menerima dua kelas dari dua kelas yang ada. Kemudian disusul dengan Tata Boga dan Tata Busana yang menerima tiga kelas,” ujar  Tholi'ah kepada Malang Post.
Menurutnya, banyaknya peminat dari Tata Kecantikan karena perkembangan zaman saat ini yang membuat banyak anak tertarik dan ingin merawat diri agar percaya diri melalui penampilan. Tidak hanya itu, dari keahlian kecantikan tersebut, banyak anak-anak yang belum lulus bisa menghasilkan uang. “Contohnya dari pelajaran merias wajah kelas X yang bisa diterapkan untuk merias wisuda dan banyak lagi,” imbuhnya.
Utuk Tata Boga, pihaknya memiliki paket keahlian patiseri, yang hanya ada di sekolahnya. Yaitu pembelajaran pastry (kue) and bakery (roti), serta kelas wirausaha.
“Untuk memantapkannya, anak-anak yang akan PKL harus melaksanakan pra OJT di unit produksi SMKN 3 Malang,” bebernya.
Siswa kelas 10 tata boga sebelum melaksanakan PKL harus melaksanakan pra ojt di unit produksi SMKN 3 Malang yaitu Fanda Pastry Bakery dan Neo Cafe Gaul sebagai pembekalan. Sehingga saat melakukan PKL siswa tidak kaget dan cepat beradaptasi.
Sementara itu, untuk Tata Busana juga menjadi salah satu pilihan siswa karena di bidang mode yang tidak akan pernah ada habisnya dengan industri mode yang semakin menjamur. Apalagi, diutarakan dia, saat ini jurusan tersebut akan menjalankan program kelas empat tahun kerja dan telah bekerja sama dengan salah satu perusahaan konveksi.
“Dari kerja sama tersebut, siswa secara tidak langsung bisa praktik dalam membuat berbagai busana dan dipasarkan oleh perusahaan tersebut. Bisa disebut siswa mengerjakan produk industri dan hasil produk tersebut dijual kembali oleh industri,” bebernya.
Secara keseluruhan, jurusan yang menjadi peminat dan pilihan karena fasilitas, kerja sama, dan skema yang berbeda yang dilakukan oleh SMKN 3 Malang untuk mencetak lulusan yang disiplin dan berkulitas dalam menghadapi dunia industri.
“Tak hanya itu, dari hasil karya yang diciptakan mereka juga bisa beradu kreativitas dengan output yang diraih berupa prestasi. Kita juga setiap tahun mengatakan seminar atau talk show dengan menghadirkan alumni SMKN 3 Malang dari yang muda yang berpengalaman agar siswa termotivasi,” pungkasnya. (keris/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :