Pendataan Peserta Ditarget Rampung Januari


MALANG – Persiapan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun 2018 di Kota Malang yang akan diselenggarakan bulan April ini masih dalam pemantauan. Hal itu dikatakan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Kota Malang dan Batu, Drs Adi Prayitno MM jika seluruh sekolah SMA/SMK masih dalam proses penyusunan dan pendataan yang dipastikan selesai bulan ini.
“Saat ini kami masih melakukan pemantauan persiapan UNBK yang rencananya akan dilaksanakan bulan April depan. Utamanya untuk data fisik yang untuk peserta ujian,” ujar Adi Prayitno kepada Malang Post, Jumat (12/1).
Pada Januari ini, pihaknya masih melakukan simulasi tahap dua bagi batas pendataan dan penetapan sekolah serta batas atur server dan sesi dalam melaksanakan UNBK. Masih di bulan yang sama, Adi mengatakan setelah data fisik masuk ke Surabaya, barulah dilakukan penyiapan data di pusat dengan batas waktu hingga 8 Februari.
Setelah itu, lanjut dia, akan dilakukan sinkronisasi ke SMK/SMA dan SMP dengan waktu yang berbeda.
“Barulah akan masuk simulasi tahap tiga atau gladi bersih yang dimulai dari pengaturan server, penyiapan data pusat kembali dan pelaksanaan UNBK utama,” bebernya.
Untuk Kota Malang, ia mengatakan sebanyak 47 SMA dan 56 SMK yang akan mengikuti UNBK yang terdiri dari 11 SMAN, 36 SMA Swasta dan 13 SMKN serta 43 SMK Swasta. Dengan jadwal yang akan dilangsungkan untuk SMK mulai 3 - 6 April 2018, SMA: 10 - 13 April 2018 dan kemudian disusul Paket C pada tanggal 15, 16, 22, 23 April 2018.
Adi menambahkan, memang ada beberapa sekolah swasta yang masih bergabung di sekolah negeri. Namun jumlahnya tidak banyak, karena sekolah yang bergabung adalah sekolah yang terakreditasi C. Saat ditanya berapa sekolah yang ikut menggabung, ia masih belum bisa memastikan, karena saat ini pihaknya masih dalam proses pendataan sehingga data belum masuk.
Dari data yang didapat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Puspendik, dari total sekolah SMA negeri dan swasta, yang telah siap melaksanakan UNBK sebesar 88,52 persen. Sedang yang dalam pelaksaannya bergabung di sekolah lain sebanyak 9,84 persen dan non UNBK sebesar 1,64 persen. Untuk SMK yang telah siap melaksanakan UNBK sebesar 98,18 persen dan 1,82 persen non UNBK.
Dengan begitu pihaknya mengimbau, dari waktu yang telah ditentukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) sekolah harus secepatnya mengirim data nominasi peserta ujian.
“Kita harap semua sekolah segera melakukan pendataan, jika terjadi keterlambatan dipastikan mereka tidak akan mengikuti ujian,” pungkasnya. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :