Lima Hari Sekolah Terkendala Fasilitas

MALANG - Program lima hari sekolah belum bisa diterapkan semua SD negeri tahun ini. Di SDN Blimbing 5 Malang misalnya, masih ada pembangunan yang belum rampung sehingga program tersebut belum bisa dimulai.

Kepala SDN Blimbing 5 Malang Sukesi, M.Pd mengatakan, awalnya dia akan menerapkan lima hari sekolah pada tahun ajaran baru ini. Meski musala telah siap, namun pihaknya masih terkendala oleh proses pembangunan gedung sekolah yang belum selesai.
”Sebenarnya pada tahun ajaran baru ini, akan saya terapkan lima hari sekolah, tapi pending dulu sampai proses rehab selesai. Kebetulan ada tiga ruang kelas yang sedang direhab,” ujarnya.
Rencananya proses renovasi ruang kelas akan selesai tiga bulan lagi dan saat itu pula dirinya akan langsung menerapkan program yang dikeluarkan kemendikbud tersebut.
Terpisah, Direktur LPI Sabilillah Malang Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd. Ibrahim mengatakan, program lima hari sekolah baik untuk menyampaikan praktik dari ilmu yang diajarkan oleh sekolah kepada siswa.

“Saya sudah melakukan kajian bahwa bila half day atau siswa pulang sekitar pukul 12.00 WIB, maka sekolah hanya menyampaikan materi yang bersifat pengetahuan, namun tidak sampai bisa praktek karena tidak cukup waktunya,” ujarnya.
Dengan keterbatasan waktu tersebut, guru hanya dapat memberikan materi secara umum tanpa sampai pada menghafal. Padahal pada pelajaran agama, hal tersebut hanya akan menjadi ilmu tanpa amal apabila tidak ada pembiasaan.
Oleh karena itu, lanjutnya, penerapan lima hari sekolah ini dapat dilakukan secara bertahap. Misalnya, dengan penambahan jam siswa di sekolah karena tambahan praktik sholat dzhuhur berjamaah. Terlebih apabila sekolah tidak memiliki sarana dan prasarana yang mencukupi.
”Saya pernah bicarakan ini dengan beberapa kepala sekolah. Semuanya setuju, namun mereka terkadang terkendala dengan kesiapan sarana,” imbuhnya. (mg19/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :