Hari Pertama Masuk Sekolah Ikuti Larangan PLS, Jangan Ada Kekerasan

MALANG – Pelaksanana Pengenalan Lingkungan Sekolah yang dilaksanakan hari ini, Senin (17/10) harus bebas dari kegiatan yang tidak relevan dalam proses pembelajaran. Hal tersebut telah diatur secara mendetail dalam Permendikbud Nomor 18 tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru.

”Panduan pelaksanaan PLS sudah lengkap seperti yang tertuang dalam Permendikbud dan harus ditaati oleh sekolah, seperti misalnya siswa tidak diperbolehkan menggunakan atribut yang aneh-aneh. Siswa harus menggunakan seragam resmi dari sekolah,” ujar Drs. Adi Prajitno, MM, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Kota Malang – Batu.
Dalam Peraturan tersebut apabila sekolah terbukti melanggar maka akan diberlakukan sanksi. Serta harus ada evaluasi dengan menyampaikan kepada orang tua/wali secara tertulis, maupun melalui pertemuan paling lama tujuh hari kerja setelah berakhirnya PLS.
Kegiatan PLS dapat meliputi kegiatan wajib dan kegiatan pilihan dan dilakukan sesuai dengan silabus yang telah dilampirkan bersama dengan aturan tersebut. Sekolah, dapat memilih salah satu atau lebih materi kegiatan pilihan PLS, atau kegiatan lainnya yang disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik lingkungan sekolah.
Silabus tersebut salah satunya berisi petunjuk, untuk menumbuhkan motivasi, semangat dan cara belajar yang efektif bagi siswa baru. Maka wajib dilakukan kegiatan simulasi penyelesaian suatu masalah untuk menumbuhkan motivasi dan semangat belajar siswa.
Dalam pelaksanana PLS, guru sekolah bertugas menjadi narasumber dan fasilitator, sementara OSIS hanya akan dilibatkan. Apabila terjadi keterbatasan jumlah guru atau sebagai efisiensi dan efektifitas proses saja. Selama PLS, sekolah tidak diperkenankan melibatkan siswa senior, kakak kelas atau alumni sebagai penyelenggara. Juga dilarang melakukan pungutan biaya atau pungutan lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra. Zubaidah, MM., mengimbau agar sekolah melaksanakan kegiatan PLS dengan baik dan sepenuh hati.
”Mohon kepada bapak dan ibu guru untuk melaksanakan dengan sepenuh hati, hati-hati, dan jangan sesuka hati. Insya Allah akan mejadi amal ibadah bagi semuanya. Awali tahun 2017/2018 ini dengan kerja ikhlas, kerja tuntas dan kerja keras,” tuturnya.
Selain itu, pada PLS ini sekolah harus mengajarkan lagu-lagu wajib dan menyanyikannya di awal upacara atau acara-acara siswa.

”Tetap ajarkan lagu-lagu nasional, lagu daerah, dan mars PPK,” imbuhnya.
Kepala SMAN 9 Malang, Abdul Tedy, menegaskan di sekolahnya tidak akan ada aksi perploncoan, bullying maupun kekerasan. Kepanitiaan kegiatan tetap berasal dari guru, sedangkan anak OSISbertugas untuk membantu kesiapan siswa menjalani kegiatan.
”Kami sudah kesepakatan dnegan tegas dan deklarasi untuk menjalankan PLS dengan sebak mungkin. Komisi disiplin tidak boleh memberikan hukuman, karena yang terpenting adalah pembinaannya,” terangnya.
Senin besok, sekolah akan menghadirkan orang tua siswa untuk mengenalkan program sekolah, sedangkan hari Selasa dan Rabu baru akan dilakukan Pengenalan Lingkungan Sekolah.
”Orang tua harus tau program sekolah, dan ini harus didahulukan,” ujar Tedy.
Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan mengimbau kepada para siswa yang baru hari pertama masuk sekolah supaya lebih berhati-hati di jalan. “Di jalan hati-hati. Kalau tidak punya SIM, jangan bawa motor, karena itu melanggar aturan dan juga membahayakan. Lebih baik diantar orangtua atau keluarga,” terang Hoiruddin kepada Malang Post.
Ia juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan antisipasi terhadap kemacetan lalu lintas tersebut. “Tergantung situasi, kalau menyebabkan kemacetan parah, maka kami akan lakukan rekayasa lalu lintas,” tukas dia.
Selain itu, ia juga berpesan kepada pihak sekolah yang menerima murid baru supaya menjaga keamanan dan kenyamanan terhadap siswa barunya. “Kalau melakukan pengenalan sekolah, jangan sampai ada kekerasan. Yang wajar saja, nanti akan jadi masalah dan jadi repot,” tandas dia. (mg16/mg19/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :