Adu Kuat Beton di ITN, Diikuti 38 Tim dari Berabagi Kampus di Indonesia


MALANG - 38 tim asal perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai daerah di Indonesia  
melakukan uji kekuatan beton di ITN Malang, Sabtu (13/1). Uji beton ini merupakan syarat dalam Lomba Kuat Tekan Beton (LKTB).
Wakil Dekan III Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) ITN, Dr. Hardianto ST MT menjelaskan, LKTB tingkat universitas berskala nasional ini sebagai ajang aplikasi ilmu yang selama ini didapat oleh mahasiswa di bangku kuliah.
“Melalui lomba ini diharapkan mahasiswa bisa test case langsung di lapang, walaupun secara pilot plan berskala kecil di laboratoriun,” jelasnya.
Meskipun kali pertama diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) ITN Malang, LKTB sebagai rangkaian dari kegiatan Education of Civil Engineering (ECIVE) 2017 mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari berbagai perguruan tinggi. Tentunya hal ini mendapat apresiasi khusus dari pimpinan institusi.
“Semangat mahasiswa yang mengikuti lomba sangat luar biasa. Mereka datang dari berbagai perguruan tinggi yang mempunyai Prodi Teknik Sipil seperti dari Padang, Makassar, Lampung, Jakarta, Jambi, Bali dan tentu saja Jawa. Pimpinan sangat mengapresiasi kegiatan pengembangan potensi mahasiswa seperti ini,” terangnya.
Mengusung tema inovasi “Beton Ringan Mutu Tinggi”, menurut Ketua Pelaksana LKTB,
Febri Setiawan, kriteria lomba adalah beton ringan mutu tinggi. Lomba ini mengajak mahasiswa berinovasi dalam perencanaan menggunakan beton. “Semakin tinggi mutunya maka (beton) semakin berat, hal ini akan memengaruhi cost pembuatan beton tersebut. Di sini kami mengupayakan inovasi beton mutu tinggi dengan berat yang sangat ringan sehingga bisa diaplikasikan dalam pengembangan struktur di Indonesia,” bebernya.
Sebelum testing day dilakukan,  para peserta sudah mengirimkan video yang berisi pengenalan anggota, proses mixing, uji slump atau kekentalan beton sampai penempelan nomor seri pada beton. “Tanggal 16 Desember 2017 lalu, panitia memberikan penanda nomor seri yang harus ditempel pada beton. Mixing serentak dilakukan keesokannya tanggal 17 Desember 2017. Tepat  28 hari baru dilakukan pengetesan beton,” imbuhnya.
Mahasiswa semester lima ini mengungkapkan kriteria penilain lomba antara lain, video mixing berbobot 10 persen, berat beton 40 persen dan kuat tekan beton bernilai 50 persen. “Kami tidak memakai presentasi agar lebih fair, karena peserta datang dari jauh,” katanya.
Secara bergantian beton ditimbang dahulu sebelum diuji. Kemudian masuk dalam tahap capping yaitu memberi lapisan perata pada permukaan beton dengan belerang agar saat diuji permukaannya rata. Terakhir dilakukan tes tekan kuat beton dengan mesin hidrolik press.
Dengan dukungan penuh dari institusi mahasiswa asli Malang ini berharap LKTB tingkat nasional akan rutin terselenggara tiap tahun. “Kami tentunya di tahun mendatang ingin LKTB lebih meningkat lagi jumlah peserta dan universitasnya,” tegasnya. Untuk pengumuman pemenang lomba akan di-release hari Minggu (14/1) hari ini. (van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :