Gelar Jalan Sehat dan Bhakti Sosial


 
MALANG – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-58, SMPN 6 Malang menggelar Jalan Sehat dan Pentas Seni pada Sabtu (13/1). Tak kurang dari 1000 peserta dari seluruh siswa SMPN 6 Malang, beserta seluruh guru dan alumni ikut meramaikan jalan sehat dan pentas seni. Jalan sehat kali ini mengambil rute sekitaran Jalan Kawi dan mengitari Ijen Suites, kemudian kembali ke sekolah.
Usai jalan sehat, para peserta disuguhi beraneka ragam stand makanan dan minuman untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga. Selain itu juga ditampilkan bakat seni yang dimiliki seluruh siswa SMPN 6 Malang mulai dari tari, band, hingga peragaan busana.
“Pentas seni ini memang untuk mengeksplore bakat minat siswa, jadi yang kita tampilkan memang dari ekstrakurikuler yang dilaksanakan sekolah, ada seni musik ada seni tari. Kita tampilkan mereka, itupun juga sudah melalui seleksi, jadi juga ada lombanya, dari yang bagus bagus yang menang kita tampilkan,” kata Risna Widyawati S.Pd, Kepala SMPN 6 Malang.
Rangkaian peringatan hari ulang tahun SMPN 6 Malang itu sebenarnya telah dimulai semenjak Desember lalu. Dimulai dengan beragam kegiatan, seperti lomba vertical garden, mural, dan peragaan busana dari bahan daur ulang.
“Karena sekolah kita ini adalah sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, maka lomba yang kita ambil pun itu mengacu pada kegiatan yang berwawasan lingkungan,” ujar Risna.
Sama seperti tahun lalu, rangkaian peringatan hari ulang tahun SMPN 6 Malang tersebut ditutup dengan agenda Istighotsah dan bakti sosial yang diadakan pada Senin (15/11) hari ini. Rencananya, SMPN 6 Malang akan membagikan paket berupa sembako kepada masyarakat sekitar.
“Bakti sosial itu digalang dari siswa melalui Badan Dakwah Islam (BDI) yang ada di sekolah. Kami salurkan kepada masyarakat sekitar yang kurang beruntung berupa paket sembako. Alhamdulillah, insya Allah ada 100 paket,” kata Risna. 
Menurutnya, bakti sosial seperti ini sebenarnya tidak hanya dilakukan saat momen hari ulang tahun saja, namun juga rutin dilakukan setiap bulannya. Bakti sosial tersebut dilakukan secara bergilir oleh siswa dibawah koordinasi BDI yang ada di sekolah. 
“Memang kita rutin tiap tahun, dan bahkan tidak hanya saat HUT saja, kita juga ada kegiatan Jumat menabung. Jumat menabung itu membagi nasi bungkus. Itu diberikan kepada tukang becak yang lewat atau orang orang yang membutuhkan,” ungkapnya. 
Risna menjelaskan, melalui kegiatan kegiatan seperti itu, diharapkan mampu berpengaruh untuk mengembangkan pendidikan karakter setiap siswanya. Pendidikan karakter inilah yang selalu diprioritaskan agar seluruh siswa memiliki karakter sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat luas.
“Kegiatan rutin setiap tahun yang didukung oleh semua pihak ini mulai dari orang tua komite, alumni mitra kerja, kami harap acara seperti ini menjadi lebih bermakna. Karena sekolah sekarang ini juga harus mengembangkan penguatan pendidikan karakter. Jadi kegiatan seperti ini juga menyentuh pendidikan karakter untuk anak anak,” pungkas Risna. (yan/sir/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :