Bina Karakter Siswa Dengan Ibadah Shalat


 
MALANG - MTs Hidayatul Mubtadi’in merupakan salah satu madrasah yang ada di Kota Malang, tepatnya di Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru. Sebagai sekolah yang berbasiskan Islam, madrasah ini lebih mengedepankan potensi peserta didiknya di bidang keagamaan. Lebih utama lagi, pada sikap dan karakter diri siswa yang dibina setiap saat oleh para guru. 
Kepala MTs Hidayatul Mubtadi’in, Drs. Sairozi, M.Pd mengatakan, untuk mencapai tujuan tersebut pihaknya menggunakan penekanan pada pelaksanaan salat lima waktu yang menjadi kewajiban mutlak setiap muslim. 
Melalui ibadah salat inilah, menurutnya akan didapat nilai-nilai karakter yang secara otomatis menghiasi diri peserta didik.
“Kata-kata karakter itu kan istilah yang saat ini lebih populer. Padahal sebenarnya berbicara karakter itu sudah dijelaskan oleh Rasulullah beberapa abad yang lalu dengan istilah akhlakul karimah,” jelasnya.
Melalui pendidikan salat siswa-siswi MTs Hidayatul Mubtadi’in dibina sehingga menjadi pribadi yang berkarakter. Seperti halnya di dalam salat, ada nilai kedisipilinan yang tinggi.
“Dengan salat anak-anak diajarkan untuk khusu’, tumakninah dan tertib, yang semua itu merupakan pengembangan dari sikap disiplin,” imbuhnya. 
“Jika karkater anak saleh dan salehah telah terbentuk, maka nilai akademik akan mengikuti. Prestasi akan turut serta diperoleh dengan kualitas diri yang bagus,” sambungnya. 
Oleh karena itu, bermula dari konsep inilah MTs Hidayatul Mubtadi’in kaya akan program keislaman. Bahkan untuk memaksimalkan program pendidikan karakter tersebut, madrasah yang berada di Jalan KH. Yusuf ini memulai jam sekolah sejak pukul 06.00 WIB.
“Jam enam, gerbang sekolah sudah kami tutup. Kegiatan pembelajaran diawali dengan tartil Alquran, Salat Dhuha, pembacaan Surat Yasin, membaca Ratib, Sholawatan dan diakhiri pidato oleh siswa selama lima menit setiap harinya secara bergantian,” paparnya. 
Sementara di siang hari, lanjut Rozi, ada kegiatan Salat Dhuhur berjamaah yang dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh siswa sendiri.
“Jadi siswa yang lulus sekolah ini kami wajibkan untuk hafal Surat Yasin dan Rotib. Kami jadikan syarat kelulusan untuk mereka. Karena ini bagian dari upaya birrul walidain, yaitu sarana untuk mendoakan kedua orang tua siswa,” tutur Rozi.
Komitmen guru untuk menjadikan salat sebagai pondasi awal pembentukan karakter, telah menjadi satu misi yang kuat oleh MTs Hidayatul Mubtadi’in dalam mencetak generasi yang bertanggungjawab.
“Sebab salat itu mi’rajul mukmin, dengan salat maka seseorang memiliki derajat. Kalau salatnya bagus maka semua amalnya akan bagus, demikian juga sebaliknya,” tegasnya. 
Untuk mengenalkan konsep pendidikan ini, MTs Hidayatul Mubtadi’in mengundang masyarakat khususnya siswa-siswi kelas VI SD/MI se Kota Malang dalam sebuah kegiatan try out. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (14/1) kemarin, dengan diikuti lebih dari 600 siswa SD/MI. 
Rozi menjelaskan, try out tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan Januari, bekerjasama dengan R-Langga sebagai salah satu bimbingan belajar ternama. Tujuan tryout untuk mengenalkan madrasah dan menjadi ajang silaturrahim dengan masyarakat sekitar.
“Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa SD kelas enam, untuk mengukur kemampuan mereka sebelum menghadapi ujian akhir,” pungkasnya. (imm/sir/udi) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :