magista scarpe da calcio Guru TK Berjuang Bangun Mood


Guru TK Berjuang Bangun Mood

Sementara itu, di Kota Malang pasca libur panjang tahun ajaran baru dan libur lebaran, perlu membangun mood anak terutama bagi mereka siswa TK atau SD, salah satunya melalui penyambutan dengan berbagai kegiatan yang menarik. DI TK dan SD Al- Azhar 56 Malang, misalnya, siswa diberikan kejutan di hari pertama sekolah.
Pagi kemarin (17/7), siswa diajak untuk menempelkan stiker bergambar profesi sesuai dengan cita-cita yang diinginkannya. Ada beberapa stiker, diantaranya tentara, dokter, guru, dan polisi. Sambil menempelkan stiker yang dialasi oleh kertas bergambr ketupat, mereka mengucapkan bismillah bersama-sama.
”Aku pengen jadi tentara karena tentara itu keren,” kata Rafasha, siswa kelas 1 SD sambil menempelkan stiker bergambar tentara, tak lupa setelah mengucapkan bissmillah bersama dengan bimbingan guru.
Selanjutnya, siswa dibagi dalam beberapa kelompok dan berkumpul di bawah kotak pinata berukuran besar. Kotak dihias dengan kertas berwarnayang menarik. Satu orang siswa dalam satu kelompok memegang kertas berbentuk tongkat yang berfungsi untuk memukul kotak pinata.
Kegiatan memukul kotak berlangsung sangat seru. Saat satu siswa memukul kotak, siswa yang lain berteriak menyemangati. Begitu kotak berhasil tersobek, kertas berwarna-warni beterbangan keluar dari kotak beserta dengan berbagai hadiah, seperti pensil, snack, penghapus. Hadiah yang didapat harus dibagi rata ke setiap siswa.Tak hanya siswa, orang tua dikenalkan dengan cara membuat gate terowongan yang akan dilintasi oleh barisan siswa.
Humas YPIA Al-Azhar Jatim , Niken Rooshany, mengatakan kegiatan ini agar siswa merasa senang berada di sekolah dan memahami bahwa belajar itu sangat menyenangkan.
”Belajar itu sesungguhnya adalah fun learning. Dengan kami membuat kegiatan yang menyenangkan, anak-anak akan merasa senang dengan sendirinya. Mereka akan terus bersemangat ke sekolah,” ujarnya.
Sementara itu di SMPN 21 Malang, hari pertama sekolah diisi dengan halal bi halal dan pengenalan lingkungan sekolah bagis siwa baru. Pengenalan tersebut meliputi perkenalan guru, lingkungan sekolah dan ekstrakurikuler. Sedangkan bagi siswa kelas 2 dan 3 akan dilakukan pembagian kelas baru dan kebersihan kelas. Selanjutnya diisi dengan kegiatan pelatihan baris berbaris di bawah Koramil Kedungkandang.
”Sudah kami budayakan setiap tahun seperti itu untuk melatih kedisiplinan siswa. Hari Kamis nanti semua kegiatan pembelajaran berjalan normal,” ujar Kepala SMPN 21 Malang, R. V Sudarmanto.
Hari Pertama Anak Tidak Nangis
Hari pertama masuk sekolah di Kabupaten Malang, kemarin, diwarnai berbagai ragam aktivitas. Mulai dari mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hingga antusiasme para orang tua mengantarkan anak kesayangan mereka untuk bersekolah di hari pertama.
Seperti tampak di TK Dharma Wanita Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, banyak orang tua yang mengantarkan anak didiknya bersekolah pada hari pertama. Mereka mengantarkan anak didiknya hingga ke gerbang pintu sekolahan. Selain itu, ada pula orang tua yang menunggu anak kesayangan mereka selesai sekolah hari pertama.
Salah seorang orang tua bernama Sulastri mengatakan, pentingnya mengantarkan anak untuk bersekolah pada hari pertama. “Apalagi anak saya baru pertama kali sekolah di tingkat TK. Jadi, saya harus mengantarkannya hingga depan gerbang sekolah dan menunggunya sampai pulang,” ujarnya kepada Malang Post, kemarin.
Dia mengatakan, meski anaknya sempat menangis sebelum berangkat sekolah, tapi jalannya hari pertama tidak menemui kendala. “Alhamdulillah tadi anak saya tidak nangis. Malahan tampak ceria usai sekolah tadi. Mungkin karena bertemu dengan teman-teman baru dan lingkungannya mendukung untuk bermain pula,” ujar wanita berhijab ini.
Lain lagi di  SMPN Pakisaji, siswa antusias berangkat sekolah pada hari pertama dengan menggunakan sepeda pancal. Adapula siswa yang berangkat sekolah mengenakan seragam atasan putih dan celana pramuka. Sementara itu, di SMK Muhammadiyah 7 (SMK MUTU) Gondanglegi, juga melaksanakan MPLS pada hari pertama sekolah.
Sebanyak 850 siswa mengikuti kegiatan MPLS yang diselenggarakan selama tujuh hari tersebut. Pembukaan kegiatan ditandai dengan pelepasan balon yang dilakukan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaaan Alif Supriadi di lapangan sekolah. Sebelumnya, mereka terlebih dahulu mengadakan upacara pagi.
“Selain upacara, pada hari pertama sekolah juga diisi dengan mengisi kuisioner. Hal ini merupakan bagian dari placement test untuk penempatan kelas,” ujar Ketua panitia MPLS SMK Mutu Termiantono Yogi. Dia menambahkan, kegiatan selama satu pekan ini memang lebih ditekankan kepada pengenalan lingkungan sekolah.
Selain itu, juga diberikan beberapa materi dalam MPLS tersebut. Di antaranya. Pelatihan Baris Berbaris (PBB) dan Kegiatan Bela Negara bekerjasama dengan Koramil Gondanglegi. “Semua kegiatan dalam MPLS ini bertujuan untuk membentuk karakter sisiwa, Sehingga, mereka semakin disiplin dan giat belajar,” pungkasnya.(dan/mg19/big/ary)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :