magista scarpe da calcio Kuota Penerimaan Maba Tiga PTN Sama Seperti Tahun Lalu


Kuota Penerimaan Maba Tiga PTN Sama Seperti Tahun Lalu


 
MALANG – Pendaftaran Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) hingga Seleksi Mandiri tahun ajaran 2018/2019 telah resmi digulirkan. Seleksi tersebut, secara garis besar masih sama dengan tahun sebelumnya. Tiga PTN yaitu, Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang juga telah ditetapkan kuota bagi mahasiswa baru.
Kuota tersebut mengacu pada peluncuran Kemeristek Dikti, dengan memberi batasan dari total 100 persen mahasiswa baru yang mendaftar untuk SNMPTN dan SBMPTN paling sedikit 30 persen, serta seleksi mandiri dengan angka minimal 30 persen. Dari total 90 persen tersebut, agar mencapai 100 persen, sisa 10 persen bisa diputuskan oleh PTN.
Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri,MS mengatakan, jika kebijakan seleksi pendaftaran mahasiswa baru tahun ini sama dengan tahun sebelumnya.
“Aturan tahun ini tetap seperti tahun kemarin, tidak ada yang berubah. Begitu juga dengan panitia lokasi Malang masih UB,” ujar Bisri kepada Malang Post.
Ia menjelaskan, untuk kuota mahasiswa baru yang akan diterima oleh UB juga masih masih sama sekitar 10 ribu maba. Dari total tersebut meliputi jalur SNMPTN, SBMPTN dan Seleksi Mandiri.
Sedangkan untuk Universitas Negeri Malang, dikatakan Wakil Rektor 1 UM, Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed. M.Si, tahun ini UM bertugas sebagai bendahara Nasioanal dalam SNMPTN dan SBMPTN untuk tahun kedua kalinya.
“Kali ini UM menjadi bendahara Nasional untuk kedua kalinya. Kita harap semua berlangsung dengan lancar,” kata Budi.
Saat ditanyai dengan jumlah distribusi kuota mahasiswa yang akan diterima UM, katanya masih sama dengan tahun lalu, sekitar 7 ribu mahasiswa baru dari semua jalur seleksi yang ada. Sementara itu, untuk UIN Malang juga memiliki kuota mahasiswa yang sama dengan tahu lalu sekitar 3,5 ribu pada 2017. 
Namun yang berbeda, dikatakan Wakil Rektor 1 UIN Malang, Dr. H. M. Zainuddin jika pihaknya memiliki Jalur SPAN-PTKIN dan Jalur UM-PTKIN.
“Dua jalur itu memang berbeda, untuk Jalur SPAN-PTKIN dilihat dari nilai rapor dan prestasi secara nasioanal oleh Perguruan Tinggi Negeri Islam dengan dikoordinasi oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama,” jelasnya. 
Sedang, untuk jalur UM-PTKIN jalur seleksi Nasional oleh perguruan tinggi negeri Islam dengan tes tulis. (eri/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top