Sekolah Janjikan MOS Tanpa Atribut

MALANG - Ceria dan menyenangkan, begitulah yang terlihat dalam pelaksanaan Masa Orientasi Sekolah (MOS) di Kota Malang, kemarin. Seperti terlihat di SMPN 21 Malang. Hari pertama sekolah yang dimulai dengan upacara kemarin menjadi ajang perkenalan para guru dengan siswa baru kelas 7. 
Semua siswa baru hingga siswa kelas 9 duduk di lapangan dan setiap guru diperkenalkan di depan barisan. Siswa terlihat gembira, sesekali mereka berteriak menyambut nama beberapa orang guru yang disebutkan dari pengeras suara. 
Kepala SMPN 21 Malang, R. V Sudarmanto menegaskan kegiatan yang akan dilakukan berupa pengenalan guru, materi pelajaran, dan lingkungan sekolah dan ekstrakurikuler.
"Cara belajar di SD dan di SMP tentu berbeda, sehingga siswa harus dikenalkan agar tidak bingung. Juga pengenalan dengan kakak OSIS berupa diskusi,” ujarnya.
Sudarmanto menegaskan sekali lagi bahwa dalam pelaksanaan PLS ini, siswa tidak diperkenanan untuk menggunakan atribut sesuai dengan Permendikbud no. 18 tahun 2016 tentang PLS. Materi yang disajikan juga bersifat pembelajaran baik pembelajaran umum maupun di kelas. 
"Bisa dilihat lagi anak-anak tidak ada yang memakai atribut yang aneh. Pembelajarannya yang umum tentang materi dan diikuti bersama-sama di aula. Juga ada menyanyi bersama lagu-lagu nasional, lagu daerah. Kita kemas kegiatan agar anak-anak merasa fun,” terangnya. 
Siswa juga dikenalkan dengan berbagai tempat di sekolah, termasuk adiwiyata, dengan melihat-lihat tempat kompos, tanaman boga dan sebagainya. Sedangkan di hari ketiga, Rabu nanti, siswa baru akan disuguhi penampilan ekstrakurikuler.
Konsep kegiatan yang sama juga diterapkan di SMKN 2 Malang. Kemarin, siswa diberikan pengetahuan tentang visi misi, aturan, ekstrakurikuler sekolah. Di akhir pekan ini akan diadakan roadshow ekskul.
”Saya harap siswa makin aktif ikut ekskul karena keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan oleh akademiknya namun juga organisasi. Di sini nantinya siswa wajib mengikuti dua ekskul, salah satunya pramuka karena memuat unsur bela negara,” ujar Bagus Gunawan, S.Pd. M.Si, Kepala SMKN 2 Malang.
Selain itu, ekstrakurikuler juga penting untuk belajar keterampilan, bersosialisasi dan berkomunikasi. (mg19/oci)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :