UM dan UB Temukan Kecurangan Pendaftar Bidikmisi

MALANG - Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB) menggugurkan sejumlah pelamar beasiswa bidikmisi. UB menemukan ada 10 pendaftar yang terbukti tidak layak menerima beasiswa miskin tersebut. Sementara di UM, terdapat sekitar 10 persen dari sampling yang divisitasi terbukti curang. Dari hasil uji validasi dan visitasi tahap pertama, dari 14.077 pendaftar di UM, baru 50 yang dinyatakan layak menerima bidikmisi. 
Wakil Rektor I bidang akademik UM Prof. Haryono, M.Pd mengatakan akan melakukan visitasi lanjutan untuk menambah lagi peserta yang akan diterima bidikmisi. Ia berharap, untuk validasi selanjutnya tidak ada lagi ditemukan kecurangan dan ketidaksesuaian data. Kecurangan data yang ditemukan beragam. Ada yang anaknya PNS dengan golongan rendah, ternyata ketika divisitasi kondisinya cukup berada. Ada lagi, pendaftar yang mengirimkan foto rumahnya yang jelek, ternyata ketika divisitasi rumahnya sangat luas dan cukup bagus. 
“Memang jumlahnya tidak banyak, sekitar 10 persen dari yang divisitasi,” ungkapnya. 
Atas dasar itu pula, mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial UM ini menegaskan, untuk UM, ada seleksi wawancara lagi. Itu dilakukan agar para penerima bidikmisi benar-benar tersaring.  
“Tanggal 6 kita melakukan wawancara, itu untuk lebih memvalidkan lagi ke 50 penerimanya,” ungkap Haryono.
Jika nantinya yang layak melebihi jatah kemenristek dikti yakni 1090, pihak UM akan memberikan kompensasi untuk bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk memberikan beasiswa.
“Skala prioritas kami mencari jatah dari kemristekdikti 1090 diutamakan. Namun, Kalo jika visitasi ulang masih banyak yang layak, dan tetap melebihi kuota, akan meminta tambahan 300 ke Kemristekdikti. Kalau tidak bisa, kami akan ke perusahaan swasta” kata Haryono.  
Wakil rektor 1 yang baru saja ditunjuk menjadi tim Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) ini membeberkan, sebenarnya hingga saat ini kuota bidikmisi UM masih terus akan ditambahkan. Ia mengulas lagi, sejak jalur SNMPTN berakhir, pendaftar bidikmisi sudah melebihi kuota. Jatah 1090 pendaftar 14077.
Sementara pembatalan penerima bidikmisi di Universitas Brawijaya (UB) sebanyak 10 orang. Pembatalan dilakukan karena ketidaklayakan. Jika UM akan menambah kuota beasiswa, UB akan memasukkan mahasiswa untuk memenuhi kuota.
“Karena yang mengajukan sedikit, jadi untuk 10 ini akan kami isi dari mahasiswa yang telah mengajukan keringanan. Mereka akan divalidasi lagi untuk mendapatkan bidikmisi,” kata Wakil Rektor 1 Prof. Kusmartono. (sin/oci)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :