KASAL: Lulusan SMANTARNALA Harus Kuasai Samudra


MALANG - Keberadaan SMA Negeri Taruna Nala (SMANTARNALA) Jawa Timur di Kota Malang diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang mampu menguasai samudra.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P saat meresmikan komplek Ksatrian Nala di SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur, kemarin. Hadir pula dalam agenda tersebut Komisaris Malang Post yang juga Komite sekolah H Husnun N Djuraid.
Ade Supandi menegaskan, sekolah kemaritiman tidak harus berhubungan dengan kelautan, tetapi yang dimaksudnya adalah membangun generasi muda dengan cara berfikir dan beraspek kemaritiman yang kuat.
“Sekolah kemaritiman tidak selalu berhubungan dengan kelautan, yang saya maksudkan bagaimana mencetak siswa yang bisa membuat sebuah kapal, plat memiliki keahlian berenang bagus hingga kemudian mengelola aspek kemaritiman dari aspek logistic yang dibutuhkan dalam kapal,” ujar Ade Supandi kepada Malang Post.
Dengan adanya SMA Negeri Taruna Nala, diharapkannya, Indonesia menjadi negeri yang mandiri dan menghasilkan orang-orang yang berdaya juang dan tahan banting. Yang nantinya akan terwujud iklim kompetitif di bidang kemaritiman.
Sementara itu, kemarin, Kasal didampingi Kepala SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur, Drs. Tri Suharno MPd untuk melihat berbagai fasilitas yang dimiliki, demo bela diri militer hingga PBB oleh Siswa Taruna Nala.
Dari peresmian kompleks ksatrian tersebut, Kasal juga meminta kembalinya negara kepulauan dengan potensi kekayaan yang dimiliki Indonesia menjadi lebih baik. Sehingga dengan terwujudnya sekolah kemaritiman bisa sesuai dengan harapan yang diinginkan.
“Hal tersebut menjadi penting, karena merujuk dari data BPS tahun 2012 yang menjelaskan jika praktisi di bidang kelautan hanya 2,3 juta. Dengan perbandingan penduduk 250 juta yang berarti hanya 1 persen orang yang bekerja di bidang kemaritiman. Nah dari situ kita sekolah kemaritiman menjadi aspek penting,” tegasnya.
Sementara itu, Tri Suharno mengatakan, setelah diresmikannya komplek ksatrian di sekolah maritime tersebut, pihaknya berencana untuk memersiapkan mindset bela negara dalam dan kemaritiman. Yang dalam menjalankannya didasarkan pada tiga konsep.
“Pesiapan yang akan kita lakukan adalah mencetak siswa di bidang kemaritiman dengan tiga konsep, yang terdiri dari pengetahuan dan wawasan dalam kelas, aspek keterampilan dan pembentukan karakter mereka,” terangnya.
Sehingga dengan adanya sekolah kemaritiman di Malang, diharapkan bisa lahir generasi muda dengan wawasan kemaritiman yang dimiliki. Tidak menutup kemungkinan para siswanya setelah lulus untuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau meneruskan ke lembaga TNI. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :